YPOI Ajak Masyarakat Peduli Orangutan Melalui Pekan Peduli Orangutan 2017

Ketua Panitia PPO 2017, Ernawati berfoto bersama dengan Lily dan Bimbina Jill (volunteer Bukit Lawang TRUST serta para pemenang lomba tingkat TK /ist

MEDAN(medanbicara.com)-Sebagai salah satu lembaga yang bergerak di bidang lingkungan hidup dan konservasi alam, Yayasan Peduli Orangutan Indonesia (YPOI) memiliki andil besar untuk ikut menyelamatkan hutan dan isinya. Melalui Pekan Peduli Orangutan (PPO) 2017 yang dilaksanakan belum lama ini, YPOI mengajak masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan dan konservasi alam.

Ketua Panitia sekaligus Koordinator Demplot YPOI di Sumut, Ernawati, menyebutkan, Pekan Peduli Orangutan (PPO) ini bertujuan untuk mengkampanyekan peduli alam dan Orangutan kepada masyarakat. Untuk memeriahkannya, berbagai kegiatan dilakukan pada Pekan Peduli Orangutan yang diselenggarakan di Demplot Pertanian Selaras Alam, Desa Timbang Jaya, Kecamatan Bahorok, Sabtu (25/11) lalu.

Disebutkan Ernawati, berbagai kegiatan yang dilakukan pada PPO 2017 yang mengusung tema “Organic Conservation to Save Orangutan” ini diantaranya, lomba mewarnai dari tingkat Taman Kanak-kanak, lomba menggambar dan kuis tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA).

“Perlombaan ini diikuti lebih kurang 200 siswa siswi yang berasal dari 11 sekolah yang berasal dari kecamatan Bahorok, Langkat. Kita bersyukur, karena acaranya meriah. Masyarakat dan peserta sangat antusias mengikuti acara sampai pengumuman pemenang,”sebut Ernawati kepada wartawan di Medan, Kamis (30/11).

Dituturkan Ernawati, setelah melewati tahap penilaian dewan juri, untuk lomba mewarnai tingkat TK juara I jatuh kepada Atika dari TK Family School. Sedangkan juara II diraih oleh Keysa dari TK Al-Bunayya, dan Juara III jatuh kepada Nikita dari TK Al-Furqan Nul Hakim.

Kemudian, pemenang lomba menggambar tingkat SD, juara I jatuh kepada Ridho Ramadhan dari SDN 050647, juara II Shandrina Windary dari SDN 050644, dan juara III jatuh kepada Rayyan dari SDN Bahorok. Sedangkan, lomba menggambar tingkat SMP, juara I jatuh kepada Syahrul, juara II didapat  Khairun Nisa dan juara III jatuh pada Adlina, ketiganya berasal dari MTSN Bahorok.

“Sementara itu, pemenang lomba menggambar tingkat SMU adalah Regi Albani sebagai Juara I dan Renika sebagai Juara II, keduanya berasal dari SMUN I Bahorok,”ucapnya.

 

Para peserta lomba mewarnai antusias pada PPO 2017 di Bukit Lawang /ist

Para peserta lomba mewarnai antusias pada PPO 2017 di Bukit Lawang /ist

Tidak hanya siswa saja lanjut Ernawati, pada kesempatan itu orangtua murid juga dilibatkan dalam peningkatan pengetahuan tentang orangutan dan habitatnya serta pemanfaatan pekarangan. Tujuannya, agar masyarakat bisa menanam sayuran organik dalam bentuk diskusi kelompok.

Usai diskusi sambungnya, panitia memberikan bingkisan berupa pohon buah untuk mereka yang dapat menjawab pertanyaan dengan baik seputar orangutan dan sayuran organik.

“Sedangkan, benih sayur kangkung dan bayam diberikan kepada semua orangtua murid dan guru yang hadir. Kita berharap, bibit dapat ditanam di pekarangan masing-masing peserta,”ujarnya.

Dikatakan Ernawati, Pekan Peduli Orangutan (PPO) 2017 yang bekerjasama dengan banyak pihak seperti, TNGL Bukit Lawang, Orangutan Republic Foundation (OURF), SCORPION, PPLH Bahorok, Bukit Lawang TRUST, Green School, Komunitas Petani Organik dan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan kesadaran masyarakat, khususnya anak-anak usia dini untuk lebih menjaga dan melindungi orangutan serta habitatnya.

“Selain itu, kami juga berharap para ibu mulai membiasakan untuk memilih makanan tanpa bahan kimia sebagai menu sehat yang disuguhkan kepada anak-anak sehingga dapat tumbuh sehat dan cerdas.Misalnya, dengan mengkonsumsi sayuran organik yang dapat ditanam sendiri di pekarangan rumah,”ujarnya. (eko fitri)

 

 

 

 

 

Mungkin Anda juga menyukai