Hajar Liverpool! Hapus Impian Radja Nainggolan Buat Tato di Tubuhnya

Pemain AS Roma Radja Nainggolan. (twitter)

LIVERPOOL (medanbicara.com)- Liverpool dan AS Roma akan saling berhadapan di leg 1 semifinal Liga Champions 2017/2018 di Stadion Anfield, Selasa (24/4/2018) atau Rabu (25/4/2018) WIB nanti. Laga yang disiarkan langsung SCTV mulai pukul 01.45 WIB itu akan berjalan seru, lantaran Liverpool dan AS Roma merupakan tim kejutan musim ini.

Liverpool singkirkan juara Liga Inggris Man City dengan agregat 5-1. Sedangkan Roma singkirkan Barcelona secara dramatis. Tertinggal agregat 4-1, pasukan Eusebio Di Francesco berhasil menang dengan skor 3-0 di Olimpico pada leg kedua.

Bek Liverpool, Virgil van Dijk, memberi semangat rekan-rekannya agar tidak panik saat menghadapi AS Roma. Hasil imbang 2-2 melawan West Brom di Stadion The Hawthorns, Sabtu (21/4/2018), dikhawatirkan membuat para personel Liverpool ketar-ketir.

Pasalnya, tiga hari berselang Liverpool harus menghadapi tamunya dari Italia, AS Roma, pada leg pertama babak semifinal Liga Champions yang digelar di Anfield. Sementara itu, AS Roma sanggup memetik kemenangan 3-0 atas SPAL dalam lanjutan Liga Italia Serie A.

“Hasil imbang tidak cukup bagus, tetapi tidak ada alasan untuk panik, tidak perlu mengalami stres,” tutur Van Dijk dikutip BolaSport.com dari laman Goal.com.

Van Dijk berusaha bangkit dari kekecewaan dan fokus untuk menghadapi AS Roma. “Saya tidak khawatir sama sekali,” kata Van Dijk melanjutkan.

Ancaman lain yang bakal dihadapi Liverpool menurut Van Dijk adalah penyerang internasional Bosnia-Herzegovina milik AS Roma, Edin Dzeko.

Sang penyerang menjadi top scorer bagi klub berjuluk Serigala Ibu Kota, dengan torehan 20 gol dan enam assist dari 43 penampilan musim ini di semua ajang kompetisi.

Namun, Van Dijk meyakini Liverpool sanggup meladeni permainan AS Roma.

“Saya belum pernah melawan Edin Dzeko, tetapi kami tak takut siapa pun. Kami bermain dengan cara berbeda dari Roma. Mereka tim sangat bagus dan kami harus siap-siap,” ucap Van Dijk tegas.

Sementara, gelandang AS Roma, Radja Nainggolan menatakan, Roma dan Liverpool punya karakteristik yang hampir sama. Dua tim ini sama-sama bertipe petarung. "Saya tak suka dengan undian ini, karena menurut saya Liverpool adalah lawan paling berat di antara ketiganya," kata Nainggolan seperti dikutip Football Italia.

"Bukannya Real Madrid atau Bayern kalah kualitas, tapi mereka (Liverpool) adalah pekerja keras dan tanpa beban. Real dan Bayern mungkin meremehkan Roma, tapi Liverpool adalah petarung, mirip dengan kami."

"Saya bicara dengan Salah dan dia juga tak percaya kalau kami mengalahkan Barcelona!" lanjut Nainggolan. "Kami bergurau di Instagram tentang Kostas Manolas yang tak henti mengatakan bahwa dia mencetak gol kemenangan," sambungnya.

"Menyenangkan bisa berjumpa Momo lagi, kami punya hubungan baik. Dia orang yang baik, ramah dan selalu respek, juga pemain hebat. Saya tak terkejut dengan kesuksesannya di Liverpool, karena dia memang punya kualitas," katanya lagi.

"Bedanya sekarang (dibandingkan ketika di Roma), mungkin dia mendapatkan lebih banyak kesempatan dan juga belajar menjaga ketenangan di depan gawang. Saya penggemarnya," katanya.

Nainggolan kemudian ditanya apakah dia akan membuat tato trofi Liga Champions di badannya.
"Ya, tapi setelah kami juara!" (bbn/bls/its/indra)

Mungkin Anda juga menyukai