Meksiko Kehabisan Gas, Jalan Brasil Mulus

Gaya selebrasi Neymar usai mencetak gol pertama Brasil ke gawang Meksiko. (afp)

RUSIA (medanbicara.com) – Tak ada kata bertahan dalam kamus Brasil maupun Meksiko. Kedua tim langsung memperagakan permainan terbuka sejak menit pertama. El Tri berani meladeni permainan menyerang yang diperagakan skuad Selecao.

Meksiko sudah mendapat tembakan pertamanya hanya dalam tempo 2 menit. Beruntung, Brasil memiliki Miranda yang cukup sigap memblok tendangan Lozano. Hanya menghasilkan tendangan sudut bagi El Tri.

Upaya ini langsung disambut dengan serangan cepat Selecao beberapa menit kemudian. Bola sempat dikuasai Neymar dan menciptakan peluang bagi Selecao. Namun tak mampu mengakhirinya dengan gol.

Tekanan yang dilakukan Brasil sempat meningkat setelah melewati 22 menit. Setidaknya ada tiga upaya tembakan yang dilakukan para penggawa Selecao. Namun, selain tidak mengarah dengan tepat, Ochoa mampu menjadi benteng tangguh terakhir bagi Meksiko.

Brasil kembali mendapat peluang melalui pegerakan apik Gabriel Jesus di menit 33. Bola tendangan striker Manchester City ini masih bisa diblok Ochoa. Beruntung, pertahanan Meksiko tidak panik dengan tekanan ini dan bisa mengamankan wilayah mereka dengan baik.

Sejauh ini pertahanan Meksiko mampu tampil solid dan tenang. Sehingga setiap peluang yang coba dikreasikan skuad Brasil belum mampu menggetarkan gawang Ochoa.

Pelatih Brasil tampaknya telah mempelajari strategi yang diterapkan Juan Carlos Osorio bagi Meksiko di babak pertama. Karena begitu masuk ke babak kedua, perubahan taktik langsung dilakukan. Selecao langsung tampil agresif. Mereka menekan pertahanan El Tri begitu peluit tanda babak kedua ditiup wasit.

Peluang pun segera tercipta. Pergerakan Coutinho mampu menerobos kotak penalti Meksiko. Pemain Barcelona ini pun melepas sebuah tendangan keras. Ochoa tampil gemilang, tendangan keras Coutinho diblok dengan baik.

Namun, perjuangan Ochoa akhirnya gagal di menit 51. Pergerakan Willian yang menerima umpan dari Neymar tak bisa dihentikan pertahanan Meksiko. Gelandang Chelsea ini pun mengirim umpan silang yang tak mampu ditepis Ochoa. Sehingga Neymar bisa mencetak gol dengan mudah ke gawang Meksiko.

Osorio pun bereaksi cepat dengan mengganti dua pemain dana tempo 5 menit. Pertama menarik Alvarez untuk digantikan Jonathan Dos Santos. Lalu Chicharito pun diganti oleh Raul lima menit berselang. Susunan pemain baru ini pun membuat perubahan gaya menyerang El Tri.

Di sisi lain, para pemain bertahan Meksiko pun mulai melakukan pengawalan ketat menuju keras terhadap Neymar. Mereka sadar, membiarkan Neymar bebas bergerak seperti yang terjadi sebelumnya hanya akan melahirkan petaka.

Seperti yang dilakukan Salcedo sekitar menit 76. Meski masih berada jauh dari wilayah pertahanan Meksiko, Salcedo tak mau membiarkan Neymar bebas menguasai bola. Sebuah pelanggaran Salcedo pun harus dibayar dengan kartu kuning.

Meksiko makin agresif menyerang dengan sisa tenaga di 10 menit terakhir pertandingan. Permainan cepat yang diperagakan sejak babak pertama memang membuat energi mereka lebih cepat terkuras. Namun semangat mereka tak berkurang untuk mencetak gol penyeimbang kedudukan.

Sayang, kondisi ini membuat pertahanan mereka menjadi lebih terbuka. Sebuah serangan balik Brasil membuat Meksiko makin tertekan. Neymar yang melakukan solo run kemudian mengirim umpan dari titik yang sama dengan saat Willian melakukan umpan silang beberapa menit sebelumnya.

Umpan Neymar ini juga tak mampu ditepis Ochoa. Namun masih bisa dilanjutkan Roberto Firmino yang baru dua menit masuk menggantikan Coutinho. Gol penyerang Liverpool ini menguatkan posisi Brasil untuk tampil di perempat final.

Di sisa menit pertandingan, Meksiko tak jua mampu mencetak gol. Hasil akhir pun berpihak kepada Brasil. Selecao menang 2-0 atas Meksiko. Perjuangan El Tri di Piala Dunia 2018 pun harus berakhir di kaki Brasil.

Namun, kekalahan ini tak membuat pelatih Juan Carlos Osorio kecewa.

Dia sudah merasa kalau skuadnya kalah kualitas dibanding juara Piala Dunia lima kali tersebut. Karena itu dia tak berlarut dalam kekecewaan ketika akhirnya harus pulang dari Rusia.

“Punya kesempatan bermain dalam level tinggi dengan sebuah tim sekelas Brasil, membuat Meksiko mendapatkan pengalaman yang menyenangkan. Kami memang tidak bisa mengimbangi kualitas yang mereka miliki di lini depan. Tapi kami bisa menyeimbangkan pertandingan dan itu menunjukkan banyak hal tentang kami dan seperti apa kami bermain,” jelas Osorio kepada fifa.com.

Osorio berharap pasukan yang dimiliki saat ini maupun para pemain Meksiko lainnya bisa terus berkembang. Terutama bisa bermain di liga-liga Eropa yang sudah punya jadwal teratur dan sistem yang lebih baik.

“Kami harus terus berkembang dan saya berharap para pemain akan pergi dan bermain di Eropa. Sehingga mereka bisa bermain setiap akhir pekan melawan klub-klub hebat di dunia. Dan kemudian Tim Nasional kami bisa meningkatkan kualitasnya,” imbuh dia.

Tak lupa, Osorio meminta maaf kepada fans karena gagal mempersembahkan prestasi bagi Meksiko. “Saya berterima kasih kepada fans sekaligus meminta maaf karena kami gagal mencapai target. Saya minta maaf atas hal tersebut. Mereka adalah fans terbaik di dunia,” pungkas Osorio. (jpc)

Brasil 2-0 Meksiko
(Neymar 51′, Firmino 88′)

Susunan pemain

Brasil (4-2-3-1): 1-Alisson, 22-Fagner, 3-Miranda, 2- Thiago Silva, 6-Filipe Luis, 5-Casemiro, 15-Paulinho (17-Fernandinho 81′), 11-Coutinho (20-Firmino 86′), 19-Willian (13-Marquinhos 90+1′), 10-Neymar, 9-Gabriel Jesus
Pelatih: Tite

Meksiko (4-3-3): 13-Ochoa, 4-R Marquez (7-Layun 46′), 2-Ayala, 3-Salcedo, 23-Gallardo, 21-Alvarez (6-J Dos Santos 55′), 16-Herrera, 18-Guardado, 11-Vela, 22-Lozano, 14-Chicharito (9-Raul 60′)
Pelatih: Juan Carlos Osorio

Wasit: Gianluca Rocchi (Italia)

Loading...

Mungkin Anda juga menyukai