Terguling-guling, Lengan Marc Marquez Retak, Naik Meja Operasi, Terancam Absen

Tubuh Marc Marquez terpelanting ke udara saat motornya mengalami kecelakaan high side di tikungan ke-4 Sirkuit Jerez, Spanyol pada lap ke-22, Minggu (19/7/2020). (Int)

Jerez (medanbicara.com)-Nasib sial buat Marc Marquez yang terjatuh di MotoGP Spanyol dan lengannya retak. Rider Repsol Honda itu harus dioperasi dan bisa absen pekan depan.

Dalam pernyataan resmi tim balap Repsol Honda, balapan MotoGP Spanyol 2020 di sirkuit Angel-Nieto, Jerez, Minggu (19/7/2020) malam WIB, Marquez mengalami crash saat balapan tersisa empat lap lagi. Motor yang ditungganginya tidak bisa dikendalikan dan dia terpelanting sampai terguling-guling.

Marquez langsung mendapat pertolongan medis usai terjatuh dan dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani pemindaian. Dari hasil pemindaian itu, ternyata diketahui lengan atas Marquez mengalami keretakan.

Alhasil Marquez bakal diterbangkan ke Barcelona pada 20 Juli untuk menjalani operasi keesokan harinya di Hospital Universitari Dexeus, bersama Dr Xavier Mir dan timnya. Insiden ini tentu mengancam peluang Marquez untuk tampil di MotoGP Andalusia pekan depan.

Sebab tim Repsol Honda belum bisa memastikan waktu pemulihan pascaoperasi tersebut. Beruntung bagi Marquez adalah dia tidak mengalami trauma atau cedera serius di bagian kepala.

Jika harus absen pekan depan, maka ini kerugian bagi Marquez karena dia akan melewatkan dua seri dan berpengaruh pada misinya mempertahankan gelar juara dunia musim ini. Sebab pesaing terkuatnya, Fabio Quartararo, baru saja menjuarai MotoGP Spanyol.

Sementara, Maverick Vinales dan Andrea Dovizioso, yang senantiasa merepotkan Marc Marquez juga finis podium di balapan itu. Demikian pernyataan resmi tim balap Repsol Honda.

Sementara, kemenangan Fabio Quartararo pada MotoGP Spanyol 2020 menyibak sejumlah fakta menarik yang dia ukir sepanjang balapan di sirkuit Jerez, Spanyol, Minggu (19/7/2020) itu.

Fabio Quartararo membukukan catatan waktu selama 41 menit 23,796 detik. Kemenangan rider beralias El Diablo itu pada MotoGP Spanyol 2020 yang notabene jadi seri pembuka kalender terbaru MotoGP 2020 pun kini menyibak sejumlah fakta menarik.

Yang pertama, Fabio Quartararo akhirnya sukses meraih kemenangan perdananya di kelas utama sejak debut pada musim lalu.

Pada MotoGP 2019, Quartararo sebenarnya punya beberapa kali peluang untuk naik podium tertinggi.

Tetapi usahanya selalu berakhir pahit ketika di lap terakhir ia tersalip oleh rider lain, yang seringnya adalah Marc Marquez (Repsol Honda).

Kemudian yang kedua adalah Fabio Quartararo menang di MotoGP Spanyol 2020 dengan menggondol status pol sitter.

Ya, rider berkebangsaan Prancis 21 tahun itu berangkat balapan kali ini dengan modal pole position yang diraihnya pada sesi kualifikasi sehari sebelumnya, Sabtu (18/7/2020).

Tak ayal kemenangan Quartararo ini pun terasa manis lantaran dia berhasil terlepas dari bayang-bayang buruk sebagai spesialis pol sitter layaknya tahun lalu.

Sementara itu, fakta menarik yang ketiga adalah Fabio Quartararo mengukir sejarah dengan menjadi rider pertama dari Petronas Yamaha yang menjadi kampiun di kelas utama.

Ini tentu menjadi kado manis bagi tim satelit Yamaha yang bermarkas di Malaysia itu dalam menghabiskan musim terakhirnya bersama Quartararo.

Sebelumnya, bos Petronas Yamaha, Razlan Razali juga sudah berharap besar Quartarao bisa membukukan kemenangan perdana untuk timnya.

Adapun fakta menarik yang keempat, masih serba pertama bagi Quartararo. Dia berhasil menjadi pembalap Prancis pertama yang meraih kemenangan di kelas premier dalam dua puluh tahun terakhir.

Pasalnya, terakhir kali Prancis memiliki pembalap yang menang di kelas utama adalah pada 1999 silam.

Kala itu, kelas utama masih memainkan kelas 500cc, di mana rider bernama Regis Laconi yang memperkuat Red Bull Yamaha berhasil menjadi juara di MotoGP Valencia 1999. (bbs)

Mungkin Anda juga menyukai