Petugas mengevakuasi jenazah AS dari lokasi Pijat Lulur Melati. Insert: Kondisi AS saat di dalam kamar. (mdc)
Loading...

PEMATANGSIANTAR (medanbicara.com)– Seorang pria tewas saat beradegan ranjang dengan wanita pemijat di panti pijat di Siantar, Selasa (11/6/2019) sekira pukul 11.00 Wib.

Informasi yang dihimpun, pria tersebut diketahui berinisial AS, warga Tanjung Pinggir, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar.

Pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) berusia 64 tahun itu diduga tewas akibat mengonsumsi obat kuat sebelum ho..oh..ho..oh.

Menurut Rudi, pemilik Pijat Lulur Melati, Jalan H Adam Malik, Kelurahan Melayu, Siantar Barat (lokasi kejadian), awalnya AS datang ke tempat pijat mereka mengendarai sepedamotor Honda Legenda.

Tiba di sana, AS kemudian ditanya salah seorang pekerja apakah hendak dipijat. Namun spontan saja, pria itu mengaku bahwa dia tak ingin dipijat, dan hanya ingin eksekusi.

Sang karyawan pun terkaget dan terheran-heran, meski memenuhi permintaan AS.

“Pas ditanya pekerja kami tadi, Bapak mau diurut? Tidak! Aku mau ‘main’ (berhubungan intim) saja,” beber Rudi menirukan omongan AS, di lokasi kejadian.

Selanjutnya, bersama wanita pemijat yang menjadi teman kencannya itu, AS pun masuk ke kamar. Namun, baru sekira 5 menit beradegan ranjang, tubuh pria itu mendadak kejang-kejang dan dari mulutnya keluar busa.

Melihat itu, wanita pemijat yang menemani AS pun kaget dan menjerit memanggil rekan-rekannya serta pemilik panti pijat lulur. Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke Polsek Siantar Barat.

“Baru 5 menit tadi mereka di dalam, terus sesak nafas dia,” imbuh Rudi.

Tak lama kemudian, personel dari Polsek Siantar Barat tiba di lokasi. Jenazah korban langsung di evakuasi ke ruangan Forensik RSUD, Djasamen Saragih, Siantar.

Seorang anggota keluarga AS mengatakan, bahwa pria itu adalah pensiunan ASN yang selama ini tinggal di Jakarta.

“Baru 2 hari dia pulang dari Jakarta. Hari Minggu itulah sampai di sini. Abang kami ini pensiunan PNS,” kata pria berinisial HS tersebut.

Sementara itu, Kapolsek Siantar Barat Iptu Subagya mengatakan, bahwa jenazah AS sudah diserahkan ke pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka.

“Keluarga korban tidak ingin jasadnya diotopsi,” jelas Subagya singkat. (mdc)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY