Mencurigakan, Dibuntuti, Eh…Masuk Rumah Bidan, Pria Ngaku Kibus Polisi Ditangkap Lalu Digebuki Sampek Berak Dalam Celana

Tersangka terkapar usai digebuki. (mdc)

SIMALUNGUN (medanbicara.com)– MSL (40), warga Karang Bangun, Kecamatan Siantar, Simalungun, ditangkap massa setelah dipergoki masuk ke rumah bidan desa, di Nagori Pematang Gajing, Gunung Malela, Simalungun, Sabtu (3/8/2019), sekira jam 11.00 Wib.

Informasi yang dihimpun, Sabtu (3/8/2019), sebelum ditangkap warga, pria yang diduga melakukan pencurian itu dibuntuti seorang warga Nagori Bandar Siantar bernama Sunar (35).

Saaat ditemui di Mapolsek Bangun, Sunar mengatakan, dia membuntuti MSL karena sebelumnya kehilangan uang Rp1,5 juta.

Karena MSL dilihatnya seringkali berkeliaran di kawasan Bandar Siantar, Sunar menduga bahwa pria adalah pelaku pencurian itu.

Singkat cerita, Sabtu (3/8/2019) pagi, Sunar kembali melihat MSL berkeliaran di Bandar Siantar. Dia pun segera membuntuti pria itu hingga ke Nagori Pematang Gajing.

Tiba di sana, Sunar kemudian melihat MSL masuk ke rumah sekaligus toko obat milik Endang (30), seorang bidan desa di sana. Lama memantau dari kejauhan, Sunar tak kunjung melihat MSL keluar dari toko obat tersebut.

Merasa ada yang tak beres, dia kemudian memanggil beberapa warga setempat dan menceritakan bahwa dia sudah kehilangan uang dan mencurigai MSL adalah pelakunya.

Mendengar itu, beberapa warga setempat bersama Sunar kemudian mendatangi MSL yang ternyata masih berada di dalam toko obat.

Saat bersamaan, ternyata Endang sedang tidak di rumah, sedangkan suaminya juga sedang bekerja mengemudi angkot. Di rumah itu hanya ada pembantu mereka yang sedang bekerja di dapur.

Setelah menginterogasi beberapa saat, warga kemudian menghubungi Endang dan dan suaminya Dian agar pulang ke rumah. Mendengar itu, pasangan suami itu pun segera pulang ke rumah.

Begitu tiba di rumah, Endang yang selama ini ternyata sering kehilangan uang, sempat histeris meneriaki MSL sebagai pelakunya.

“Dia (Endang), sempat berteriak maling, makanya warga berdatangan,” kata warga lainnya di Mapolsek Bangun.

Alhasil, atas kesepakatan warga, MSL kemudian diboyong ke kantor Desa Pematang Gajing sembari menunggu pihak polisi tiba. Pangulu Pematang Gajing Sunarno kemudian menghubungi pihak Polsek Bangun dan Koramil setempat.

Saat diinterogasi di kantor desa, pria itu mengaku sebagai informan Satuan Narkoba atas suruhan marga Manurung. Meski begitu, dia tak menyebutkan dari Polres mana oknum yang menyuruhnya itu.

“Dalam tasnya banyak kali surat-surat, macam tagihan kredit kendaraan gitu,” timpal warga lainnya.

Belum lama di kantor desa itu, warga setempat kemudian berduyun-duyun memadati lokasi. Sejumlah warga yang selama ini mengaku sudah kehilangan uang dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah mulai emosi dan meminta agar MSL dikeluarkan.

Tak lama kemudian, sejumlah warga yang emosi sempat menggiring MSL keluar dari kantor desa. Tak ayal, begitu tiba di luar, pria itu langsung dimassa hingga babak-belur. Berselang beberapa menit, polisi pun tiba di kantor desa.

“Lukanya terlanjur cukup parah. Wajah dan sekujur badannya sudah lebam karena dihajar massa, sampai BAB dia tadi. Kalau barang bukti tidak ada ditemukan,” timpal seorang warga Nagori Bandar Siantar.

Di rumah Endang, handphone yang terletak berdekatan dengan televisi, terlihat masih berada di tempatnya.

Hal itu diakui Dian (35), suami Endang saat ditemui di Mapolsek Bangun. Dia memang mengaku pernah mengalami kehilangan uang sejumlah Rp7 juta yang terletak di atas lemari dalam kamar tidur.

“Dua tahun yang lalu jumlahnya agak besar sekitar Rp7 juta, kalau Rp100 ribu dan Rp50 ribu sudah sering,” kata Dian saat ditemui di Mapolsek Bangun.

Namun, saat MSL diamankan warga pagi itu, Dian mengaku tidak kehilangan apa-apa dari rumahnya.

Pangulu Nagori Pematang Gajing Sunarno ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa seorang pria diamankan karena memasuki toko obat milik bidan desa bernama Endang. “Benar, tadi seorang pria dicurigai melakukan pencurian,” ucap Sunarno.

Kapolsek Bangun, AKP Putra Jani Purba SH ketika dikonfirmasi melalui Kanit Reskrim Ipda Bobby membenarkan adanya pengaman seorang pria dari amukan massa.

“Untungnya, tak jauh dari lokasi ada anggota bersama Babinsa yang sedang patroli,” kata Bobby.

Dijelaskannya, MSL kemudian dibawa ke Puskesmas Simpang Bahjambi untuk mendapat perawatan. “Masih sebatas kita amankan, belum bisa kita beberkan duduk perkaranya,” pungkasnya. (mdc)

Loading...

Mungkin Anda juga menyukai