Petugas PPKM Desa di Asahan Innalillahi 3 Jam Setelah Divaksin

Asahan (medanbicara.com)-Setelah 3 jam mendapatkan suntikan vaksin, Kisam, warga Desa Sei Alim Hasak, Kecamatan Sei Dadap, Asahan, Sumatera Utara meninggal dunia.

Informasi yang berhasil di himpun, Rabu (22/9/2021), Kisam yang merupakan anggota PPKM Desa mengikuti vaksinasi yang digelar Polsek Air Batu, Polres Asahan, di Dusun IV Desa Sei Alim Hasak.

“Almarhum sebenarnya sempat dilarang vaksin sebab memiliki penyakit dalam. Namun almarhum memaksakan diri agar dirinya di vaksin dengan alasan agar sehat dan terhindar Covid 19

Sementara itu salah seorang anak Almarhum Kisam menyebutkan, bahwa almarhum ayahnya selama ini sering mengeluh sakit di dadanya.

“Memang sebelum di vaksin bapak tampak sehat tanpa ada memperlihatkan rasa sakit sedikit pun. Padahal selama ini bapak sering mengeluh sakit di bagian dadanya dan terkadang sesak dan kami menilai bapak memiliki penyakit jantung,” ujar anak Almarhum kepada wartawan

Anak almarhum juga menjelaskan, bahwa setelah mendapatkan vaksin, ayahnya pingsan di lokasi vaksinasi.

“Sekira pukul 13.00 Wib, bapak pingsan di lokasi kemudian bapak di bawa ke Rumah Sakit, namun dalam perjalanan bapak menghembuskan nafas terakhirnya,” jelas anak almarhum.

Terpisah, Kapolsek Air Batu, AKP Rusli Damanik saat dikonfirmasi awak media membenarkan kejadian tersebut.

“Benar, tadi ada petugas PPKM yang ikut membantu kelancaran vaksinasi yang pingsan dan dibawa ke Rumah Sakit, namun di perjalanan meninggal dunia. Informasi yang kami peroleh sebelumnya Almarhum minta agar dirinya divaksin. Karena melihat kondisinya kurang sehat, almarhum sempat disarankan untuk pulang ke rumah. Namun Almarhum tetap ingin di vaksin,” ujar AKP Rusli Damanik.

Hal senada juga diungkapkan Koordinator PPKM Desa Sei Alim Hasak, Syahrial Sirait yang menyebutkan bahwa sehari sebelum pelaksanaan vaksinasi, PPKM Desa melakukan rapat koordinasi pelaksanaan vaksin dan dalam rapat tersebut Almarhum sudah diingatkan agar tidak mengikuti kegiatan tersebut, namun Almarhum memaksa agar tetap ikut.

“Sudah saya ingatkan agar Almarhum agar tidak ikut dalam kegiatan ini, sebab, Almarhum kondisinya kurang sehat. Namun Almarhum tetap memaksakan diri dengan menyebutkan dirinya dalam keadaan sehat. Dan saat pelaksanaan vaksin, Almarhum datang dengan membawa Kartu Keluarga dan berkas lainnya agar dapat divaksin. Bahkan petugas vaksinator telah menyuruh agar Almarhum pulang akan tetapi Almarhum tetap bersikukuh agar dirinya bisa di vaksin dan tidak mau pulang,” ujarnya.

Syahrial Sirait juga menjelaskan bahwa sesaat sebelum di vaksin almarhum menjalani pemeriksaan, memang tensi darahnya normal sehingga almarhum pun di vaksin. Setelah mendapatkan vaksin kondisi almarhum dalam keadaan sehat, akan tetapi setelah jam istirahat, Almarhum jatuh pingsang dan langsung dilarikan ke RS. Belum sempat mendapatkan perawatan medis, Almarhum meninggal dunia dan langsung di bawa ke rumah duka. (MTC)

Mungkin Anda juga menyukai