Sekolah Jurnalistik PWI Asahan Selesai, Peserta Bisa Magang

KISARAN (medanbicara.com) – Sekolah Jurnalistik Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Asahan selesai. Sekolah ditutup Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Syamsuddin, di Kantor PWI Asahan, Minggu (23/20/22).

Ketua Panitia, Rasuddin Sihotang melaporkan, Sekolah Jurnalistik berlangsung selama empat pekan. Diikuti 22 mahasiswa berbagai kampus di Kabupaten Asahan. “Alhamdulillah, kegiatan dilaksanakan sejak 1 Oktober ini berjalan dengan baik. Setelah ini, kami memberi kesempatan kepada peserta bisa ikut magang di lapangan bersama pengurus atau anggota PWI Asahan,” ujarnya.

Ketua PWI Asahan, Indra Sikoembang menjelaskan, dari 22 peserta, beberapa tidak berkompeten. “Yang tersisa hingga akhir kegiatan ini dinyatakan berkompeten. Sudah bisa jadi wartawan. Sekolah ini telah memberikan delapan materi. Tentunya ini bisa menjadi bekal dalam kegiatan lain maupun kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Dikatakan, Jurnalistik adalah ilmu yang baik. Karena di dalamnya mengandung Bahasa Indonesia. “Di sini diajarkan bagaimana menggunakan dan mengolah Bahasa Indonesia yang baik. Semoga tahun depan kegiatan ini bisa kita gelar kembali. Saya lihat, para peserta sudah sangat baik dalam mencerna ilmu dimaterikan. Kiranya ilmu didapat bisa bermanfaat,” harapnya.

Mewakili peserta, Cindy Paradila diberi kesempatan mengungkapkan kesan dan pesan. Menurutnya Sekolah Jurnalistik sangat mengesankan. “Kami banyak diberi pengetahuan tentang Jurnalistik. Dari kode etik, undang-undang, menulis bahkan mengambil gambar yang benar dari para Mentor yang sangat luar biasa. Panitia juga memperlakukan peserta dengan baik, mulai sikap, tempat hingga konsumsi. Bangga dan terharu. Terimakasih PWI Asahan,” ungkapnya.

Sementara Kadis Kominfo Syamsuddin mengatakan, hasil kegiatan ini menjadi bahan laporan untuk agenda tahun depan. Jika bermanfaat maka akan kembali digelar. “Pemerintah ingin menaikkan Sumber Daya Manusia. Program ini sudah disampaikan Bapak Bupati ke Kemendagri, dengan tujuan mencerdaskan anak bangsa,” katanya.

Dikatakan lagi, penampilan dan cara penyampaian penting dalam menunjukkan potensi dan sikap. Ilmu didapat bisa diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. “Kalian sudah dinyatakan semi Wartawan. Kalau bisa menjadi Wartawan, jadilah Wartawan yang baik. Paling tidak, jadi penulis yang disukai masyarakat. Kritik lah Pemerintah, tapi bersifat membangun. Jangan membuat tulisan hoax, apalagi sampai dipublikasikan. Berikan informasi yang baik kepada masyarakat,” pesannya, dilanjutkan menutup kegiatan dimaksud.(YA)

Mungkin Anda juga menyukai