Sungai di Desa Sei Dua Hulu Diduga Tercemar Limbah, Air jadi Hitam, Ikan Banyak yang Mati

Asahan (medanbicara.com)-Perayaan Hari Raya Idul Fitri 1442 H warga Dusun II, Desa Sei Dua Hulu, Kecamatan Simpang Empat terusik oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Pasalnya, warga sekitar dikejutkan dengan menghitamnya aliran air sungai diduga tercemari oleh aktivitas limbah pabrik.

Akibatnya, takut untuk menggunakan air sungai yang diduga beracun itu untuk kebutuhan hidup. Syahmadon (50), warga Dusun II kepada wartawan, Jumat (14/5/2021) menjelaskan, air limbah yang mencemari sungai sengaja dibuang oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab.

“Demi mementingkan keuntungan pribadi, tanpa menghiraukan dampak yang akan terjadi dari zat beracun limbah, ada oknum diduga sengaja membuang limbah dari hasil aktifitas pabrik ke sungai daerah kami. Saya dan masyarakat, menaiki sampan beberapa kali menelusuri sumber limbah sampai ke arah hilir, namun di pertengahan kami kehilangan jejak. Pembuangan limbah juga sudah lima kali dibuang, air sungai mulai menghitam di waktu malam sampai 3 hari ke depan,”ujarnya.

Syahmadon yang juga saksi mata menduga sumber limbah yang mencemari sungai dari aktifitas pabrik di sekitar hilir sungai bandar jaksa. Banyak masyarakat yang resah karena limbah ini
“Dampak pencemaran sangat luas, dari hulu sampai ke hilir sekitar 15 Km kurang lebih. Sungai ini merupakan sumber kehidupan kami, aktifitas masyarakat seperti mandi, mencuci dan salat selalu menggunakan air sungai. Semenjak air sungai tercemar limbah, aktifitas masyarakat lumpuh dan kami kesulitan, apalagi saat ini merayakan Hari Raya idul Fitri 1442 H. Bukan hanya itu banyak ikan yang mati dan mengambang dipermukaan air sungai ini,” katanya.

Adi Syahputra Nasution (25), tokoh Pemuda Desa Sei Dua Hulu menjelaskan, sangat menyayangkan sikap oknum yang tidak bertanggungjawab atas pembuangan limbah ke sungai. Sungai ini adalah sumber hidup hajat orang banyak, perbuatan pencemaran ini adalah bentuk kejahatan pidana.

“Kita berharap pihak-pihak yang berwenang, baik itu pihak kepala Desa, pihak kecamatan, pihak Polsek Kecamatan Simpang empat supaya mengusut tuntas masalah masyarakat ini. Banyak pihak-pihak yang dirugikan, akibat dari pembuangan limbah ataupun pencemaran lingkungan sungai. Akibatnya selain masyarakat setempat, ekosistem habitat hewan yang hidup disungai juga banyak yang mati, karena keracunan, seperti ikan, udang dan lainnya. Sehingga masyarakat nelayan tidak bisa bekerja untuk menjaring ataupun memancing ikan sebagai lauk yang dimakan, “ungkapnya.

Adi Syahputra yang merupakan mantan Ketua Umum Perhimpunan Mahasiswa Muslim Tanjungbalai(PERMATA) juga menjelaskan, masyarakat berharap segera mengusut tuntas oknum intelektual dalang dari pembuangan limbah di aliran Sungai Bandar Jaksa ini. Karena dampak yang ditimbulkan sudah sangat meresahkan masyarakat yang mengganggu hajat hidup orang banyak.

“Kita sama-sama mengetahui pemberlakuan hukum sangat penting untuk ditegakkan dalam sistem kehidupan. Maka saya berharap, agar oknum tidak bertanggung jawab dalam pencemaran sungai dengan limbah dapat diberikan sanksi hukum yang berkeadilan. Agar ke depannya tidak melakukan perbuatan melawan hukum untuk kedua kalinya. Dalam waktu dekat ini, jika memang persoalan limbah terus berkepanjangan, maka kami akan mengadukan masalah ini langsung kepada Bupati Asahan Bapak Surya,”pungkas Adi.

Sementara Kades Desa Sei Dua Hulu, Sumardi Nasution saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan Watshapp menerangkan, sekarang ini dia dan Kades Simpang 4 sedang mencsri tahu dari mana asal limbah tersebut.

“Mungkin hari ini kami akan menjumpai Bapak Camat Simpang Empat untuk membahas tentang pencemaran air tersebut,” katanya. (Gus)

Mungkin Anda juga menyukai