Tanggul Jebol, Banjir Hantam Warga Desa Sei Dua Hulu, Kades Minta Pemerintah Pusat Turun Tangan

Salah satu rumah warga yang terendam banjir di Dusun XV, Desa Sei Dua Hulu, Kec. Simpang Empat, Kabupaten Asahan.(Gus)

Asahan (medanbicara.com)-Banjir menerpa hampir seluruh warga yang tinggal di Desa Sei Dua Hulu, Kec Simpang Empat. Akibatnya, warga sulit menjalankan aktivitas sehari-hari. Keadaan juga diperparah karena air terus meluap, dan semakin tinggi debitnya, sehingga masuk ke pekarangan warga, karena adanya tanggul di Desa Suka Raja yang jebol.

“Kami sangat sulit melakukan kegiatan sehari-hari di rumah Bang, seperti menggosok, beternak, berjualan dan banyak lagi. Sudah tiga hari air banjir meluap masuk ke rumah-rumah warga. Bukan hanya saya, ada ratusan rumah warga yang tinggal di Pasar Teraktor juga terendam sampai selutut orang dewasa. Banyak juga di antara warga yang sudah diserang penyakit gatal-gatal, sehingga membutuhkan bantuan obat-obatan,” kata Fitri Rahayu (38), salah seorang warga Dusun XV, saat ditemui di kediamannya, Kamis (2/9/2021).

Menurutnya, memang daerah tempat tinggalnya sudah menjadi langganan banjir tiap tahunnya, akan tetapi saat ini terjadi lebih cepat, yaitu pada akhir Agustus. Selama di pertengahan bulan Agustus hujan sangat deras mengguyur wilayah Asahan, termasuk Desa Sei Dua Hulu, Kecamatan Simpang Empat.

Sumardi Nasution Kepala Desa Sei Dua Hulu, Kec.Simpang Empat Kabupaten Asahan. (Ist)

“Informasi yang kami dengar limpahan banjir yang masuk ke pekarangan warga bukan hanya dikarenakan luapan air sungai, akan tetapi diperparah dengan adanya benteng penahan banjir di Desa Suka Raja yang jebol, dan sampai saat ini belum diperbaiki,” katanya.

Alhamdulilah, katanya, Kepala Desa Sei Dua Hulu, Camat Simpang Empat dan BPBD cepat tanggap dengan melakukan monitoring, dan mendata warga yang terdampak banjir.

“Maka kami berharap, kepada pejabat yang berwenang, terutama kepada bapak Bupati Asahan agar segera menurunkan bantuan tenda pengungsian, sembako dan obat -obatan. Karena saat ini aktivitas kami lumpuh dan tidak bekerja karena mengurusi banjir untuk menyelamatkan dokumen penting,”ungkapnya.

Sumardi Nasution, Kepala Desa Sei Dua Hulu di ruangan kerjanya, Kamis (2/9/21) menjelaskan, saat ini pihak Pemdes, Kecamatan Simpang Empat dan BPBD sudah melakukan upaya reaksi cepat tanggap.

“Kemarin kami sudah melakukan pendataan warga yang terdampak banjir di Dusun XV. Kami sudah mendapatkan data bahwa ada sekitar 205 rumah warga yang terendam banjir. Saat ini, kebutuhan yang diperlukan warga, berupa tenda pengungsian, obat-obatan dan sembako. Maka kita akan cepat bekordinasi dengan pihak Pemkab Asahan untuk memenuhi semua itu,” kata Sumardi.

Iya juga berpendapat bahwa saat ini Desa Sei Dua Hulu dalam setahun mengalami tiga kali banjir, hal itu disebabkan adanya tanggul aliran sungai, atau penahan banjir yang masih terisolir.

“Maka upaya penangan dari kami belum bisa maksimal, karena hal Ini menjadi skala besar yang harus melibatkan pemerintahan pusat (nasional). Maka, kami dari pihak Desa Sei Dua Hulu dan pihak Kecamatan, berharap agar kiranya pihak pemerintahan pusat (nasional) dapat turun langsung dalam mengatasi persoalan banjir ini. Agar desa kami ini yang disebut wilayah langganan banjir tiap tahunnya dapat kembali normal, sehingga kekuatan ekonomi dapat berjalan lancar, “tegasnya. (Gus)

Mungkin Anda juga menyukai