Gubernur Edy Hadiri Pertemuan Dengan Kepala Daerah se-Kepulauan Nias di Kantor Walikota Gunungsitoli

Pertemuan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dengan kepala daerah sekepulauan Nias di kantor Walikota Gunungsitoli, Senin (12/4/2020). (istimewa)

GUNUNGSITOLI (medanbicara.com)-Setelah meninjau RSUD Gunungsitoli dan Pelabuhan Gunungsitoli, dalam kunkernya di Kepulauan Nias, Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi langsung menghadiri pertemuan dengan kepala daerah se-Kepulauan Nias, di Kantor Walikota Gunungsitoli, Senin (13/4/2020).

Pertemuan Gubernur Edy dengan kepala daerah se-Kepulauan Nias dihadiri pimpinan lembaga agama, pimpinan instansi, Kapolres Nias, Dandim 0213/Nias, anggota DPRD Sumatera Utara dan kepala perangkat daerah terkait se-Kepulauan Nias.

Mewakili Walikota Gunungsitoli, Wakil Walikota, Sowa’a Laoli dalam laporannya kepada Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi menyampaikan langkah-langkah antisipatif dan kebijakan yang telah diambil oleh Pemerintah Kota Gunungsitoli berkaitan dengan percepatan pencegahan wabah Covid-19.

Antara lain disampaikan Sowa'a, pembentukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Gunungsitoli, penetapan status siaga darurat bencana.

Sedangkan di bidang kebijakan untuk membantu para pengusaha dan mengurangi dampak ekonomi kepada masyarakat akibat wabah Covid-19, pihaknya menetapkan pembebasan pajak hotel dan restoran, keringanan 50% pembayaran restribuai kios khusus eks pasar gudang garam dan pasar beringin.

Selain itu, penundaan cicilan dana bergulir oleh nasabah UMKM kepada UPTD dana bergulir. Pembebasan pajak, keringanan restribusi dan penundaan pembayaran cicilan dana bergulir berlaku hingga Desember 2020.

Wakil Walikota Sowa'a menambahkan, untuk pencegahan dan penanganan Covid-19 Pemerintah Kota Gunungsitoli telah menyediakan anggaran sebesar Rp6 miliar.

Menurut Sowa'a, bila kondisi Covid-19 semakin mewabah Pemko telah siapkan dana cadangan di pos belanja tak terduga sebesar Rp17 miliar dan anggaran ini dapat digunakan jika kondisi membutuhkan.

Adapun kendala menurut Wakil Walikota Gunungsitoli, yakni kekurangan peralatan kesehatan berupa rapid test, APD dan masker dan ketersediaan fasilitas ruangan di RSUD Gunungsitoli yang belum memadai.

"Harapan pemerintah daerah-Kota kepada Gubernur Sumatara Utara, peningkatkan kapasitas ruangan dan kelengkapan peralatan kesehatan meliputi APD, rapid test, masker di RSUD Gunungsitoli, penyediaan APD, rapid test, dan masker di RSUD Gunungsitoli. Penyediaan APD, rapid test dan masker untuk setiap kabupaten-kota sekepulauan Nias serta dukungan jaminan kelancaran dan keamanan distribusi bahan logistik sandang pangan dari Medan-Sibolga-Gunungsitoli tetap lancar," ujar Sowa'a.

Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi dalam arahannya, mengharapkan keseriusan pemerintah daerah, TNI, Polri dan tokoh masyarakat beserta elemen masyarakat bersatu melakukan tindakan pencegahan dan penanganan Covid-19 di kepulauan Nias.

"Sebab Covid-19 sebagai musuh kita tidak bisa dilihat secara secara kasat mata, tidak mengenal jabatan dan status sosial, makanya sangat perlu disiplin pencegahan dan kewaspadaan. (nua)

Mungkin Anda juga menyukai