Ketua IPK Madina Desak Kacabjari & BPKP Tetapkan Tersangka Mafia Anggaran Dana Desa

Ketua DPD IPK Madina, Samsuddin Lubis SH

MADINA (medanbicara.com) – Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Ikatan Pemuda Karya (IPK) Kabupaten Mandailing Natal mendesak Kacabjari dan BPKP Sumut, untuk segera menetapkan dalang dan tersangka dugaan Korupsi Dana Desa (DD) yang diduga diaktori oknum inisial NR.

Dalam keterangan yang dikutip dari Kacabjari Natal Yus Iman M Harefa, SH, MH,  jika ada beberapa kegiatan dana desa di Kecamatan Natal yang diambil alih oleh pihak kecamatan baik dalam pengelolaan anggaran maupun untuk menganggarkannya dalam anggaran dana desa, dan telah ditemukan ada beberapa kegiatan “fiktip” termasuk pengadaan Handy Talk (HT), atau pengadaan buku perpustakaan.

Ketua DPD IPK Madina, Samsuddin Lubis SH atau yang akrab disapa Buyung Madina angkat bicara, Jumat (16/07/2021). Menurutnya, atas nama Organisasinya IPK Madina meminta kepada Kacabjari dan BPKP Sumut, untuk segera menentukan tersangka dalam kasus dugaan korupsi tersebut yang diprediksi ratusan juta rupiah dan dilakukan pejabat publik.

Menurutnya, dana desa tersebut adalah amanah negara untuk mensejahterakan rakyat. Dimana dalam hal ini untuk menumbuhkan ekonomi kemasyarakatan yang saat ini melewati masa- masa kritis, karena pandemi Covid-19, atau untuk menumbuhkan perekonomian desa.

“Kita berharap kepada Kacabjari Natal dan Tim BPKP Sumut agar segera dengan cepat menetapkan tersangka di balik perlakuan dugaan korupsi ini. Sangat miris jika kita dengar oknum pejabat memanfaatkan kuasanya untuk menekan para kades, guna memuluskan akal busuknya tersebut,” ucap Buyung.

Buyung juga mengungkapkan, jika memang sudah saatnya program Dana Desa (DD) ini benar-benar diaudit, bukan saja di desa se- Kecamatan Natal, namun seluruh Kabupaten Mandailing Natal.

Buyung berharap semoga dengan pengungkapan kasus dana Desa Natal ini menjadi langkah awal untuk segera mengaudit desa lain, dan kecamatan lainnya di Mandailing Natal.

“Kita berharap ini merupakan langkah awal bagi para pemegang kekuasaan untuk segera mengungkap tabir gelap aktor mafia dana desa ini, bukan saja di Natal, namun seluruh desa dan Kecamatan di Kabupaten Mandailing Natal,” bebernya. (rel/za)

Mungkin Anda juga menyukai