Dijemput 2 Orang, Dibawa ke PKS, Pria Ini Ditemukan Tewas Penuh Luka

Jenazah korban di rumah sakit. (mlk/mbj)

BRANDAN (medanbicara.com)-Ali Rahman (40), warga Jalan Pasar Pompa Air, Lingkungan VII Boboran, Kelurahan Sei Bilah, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat tewas dengan kondisi mengenaskan di RS Pertamina Pangkalan Brandan (RSPPB), Minggu (10/5/2020) sekira jam 10.00 WIB.

Hal itu disampaikan Kepling VII, Kelurahan Sei Bilah Ismail via sambungan selulernya sembari mengatakan bahwa, menurut keluarga korban, pada hari Mingggu (10/5) sekira jam 06.00 WIB Ali Rahman dijemput dari rumahnya oleh dua orang yang disebut-sebut utusan pabrik kelapa sawit (PKS) tempatnya bekerja, dalam keadaan sehat dan bugar.

"Sekira jam 10 pagi, korban diantar dari RSPPB ke rumahnya dalam kondisi sudah tidak bernyawa dengan kondisi tubuhnya penuh luka bekas penganiayaan. Keluarga korban nggak terima atas kejadian ini, mereka minta kasus ini agar diusut tuntas," beber Ismail.

Kepling VII Boboran ini juga mengisahkan, korban pernah dimasukkan kerja ke PKS yang tak jauh dari kediaman korban.

"Orang yang masukkan kerja itu juga yang kata keluarganya menjemput korban ke rumah," sambung Ismail.

Dirinya menambahkan, sekira sebulan yang lalu, korban bersama tiga rekannya diketahui terlibat kasus pencurian besi di PKS tempatnya bekerja.

"Satu rekan korban sudah duluan tertangkap. Korban dan rekannya yang lain sempat melarikan diri," lanjutnya.

Setelah beberapa waktu melarikan diri, korban kemudian pulang ke rumahnya. Saat di rumah, bapak dua anak itu dijemput paksa oleh dua orang.

"Yang satu nunggu di pintu belakang, satunya lagi masuk dari pintu depan rumah korban," ungkap Ismail.

"Menurut keluarganya, korban mau dibawa ke PKS terkait kasus pencurian besi dan di sekitar pabrik itu lah korban dianiaya. Setelah itu, korban dilarikan ke RSU Brandan dalam keadaan lemas," sambungnya.

Kerena RSU Brandan tak sanggup memberikan pertolongan medis, korban kemudian dilarikan ke RSPPB. Namun sayang, nyawa korban tak dapat tertolong.

"Sebelum sampe di RSPPB infonya korban sudah meninggal. Keluarga korban nggak terma atas kejadian ini, mereka minta kasus ini agar diusut tuntas," tandas Ismail.

Kapolsek P Brandan, AKP PS Simbolon SH ketika dikonfirmasi via telepon selulernya, Minggu (10/5) sore membenarkan tewasnya Ali Rahman. Dirinya enggan berkomentar banyak terkait peristiwa tersebut.

"Nanti kita infokan lagi," pungkasnya singkat. (mlk/mbj)

Mungkin Anda juga menyukai