Lomba Musabaqah Syarhil Qur’an MTQ IX Kota Gunungsitoli Berlangsung Hikmat & Sederhana

Acara Musabagah Syarhil Qur'an MTQ IX Kota Gunungsitoli Berlangsung Hikmat dan Sederhana (istimewa)

Gunungsitoli (medanbicara.com)- Pelaksanaan Lomba Cabang Syarhil Quran pada MTQ IX Kota Gunungsitoli Tahun 2020 yang digelar selama dua hari dari 20-21Maret 2020 di Gedung Pondok Pesantren Putri Ummi Kalsum Desa Mudik Kecamatan Gunungsitoli, berlangsung hikmat dan sederhana.

Sekretaris Pelaksana Lomba Cabang Syarhil Quran MTQ IX, Muhammad Alhabib Zendrato kepada Medan bicara com, Senin (30/3/2020) menjelaskan, cabang Syarhil Quran ini terdiri atas regu putra dan putri dan diikuti sebanyak 17 regu, yakni 7 regu putra dan 10 regu putri. Dan batasan umur peserta cabang Syarhil Quran ini adalah 15 sampai 18 tahun.

Adapun para peserta merupakan utusan dari Kecamatan Gunungsitoli Utara dan Gunungsitoli Idanoi berjumlah 2 regu. Utusan keterwakilan tingkat Sekolah SLTP/MTS, SMA/SMK/MA sederajat yang ada di Kota Gunungsitoli sebanyak 8 regu yang terdiri dari Madrasah Aliyah Negeri, Madrasah Aliyah Swasta Ashabul kahfi, Madrasah Aliyah Swasta Ummi Kalsum, Madrasah Tsanawiyah Swasta Nadhlatul Ulama, Sekolah Menengah Pertama Muhammadiyah 32, Madrasah Tsanawiyah Swasta Ummi Kalsum, dan Madrasah Tsanawiyah Negeri.

“Waktu tampil setiap regu Syarhil Quran ini selama 15 sampai 20 menit per regu,” ujar Muhammad Alhabib Zendrato.

Alhabib memaparkan, Musabaqah Syarhil Qur’an adalah bidang musabaqah yang mengungkapkan isi kandungan Al-Qur’an, dengan cara menampilkan bacaan, puitisasi/terjemah dan uraian yang menunjukan kesatuan yang serasi.

“Peserta terdiri atas tiga orang, terdiri atas seorang pembaca ayat, seorang pembaca terjemah/puitisasi, dan seorang pengungkap isi kandungan Al-Qur’an. Adapun materi yang disampaikan dalam musabaqah pada bidang ini adalah berbagai topik yang memiliki landasan keseharian sekitar yang terdiri atas aqidah, ibadah, akhlak, kemasyarakatan/muamalah, dan lainnya,” kata Alhabib.

Selain itu lanjut Alhabib, tata cara penampilan cabang Syarhil Quran ini disetiap peserta yakni, tampil di panggung secara bersama dalam satu regu, lalu mengucapan salam disampaikan oleh pensyarah di awal dan diakhir penampilan, dengan urutan penyajian adalah pembaca ayat, penerjemah, dan pensyarah.

“Ada tiga bidang penilaian dalam cabang Syarhil Quran ini, yakni pertama, bidang ketepatan terjemah dan materi, sistematika dan isi yang meliputi kaidah dan gaya bahasa. Kedua, bidang penghayatan dan retorika meliputi vokal dan artikulasi, intonasi dan aksentuasi, gaya dan mimik dan kesopanan dan keserasian. Dan ketiga, bidang tilawah, meliputi penilaian dalam hal tajwid, lagu dan suara dan fashahah,” imbuhnya.

Adapun majelis hakim atau dewan juri membidangi di antara lain, Bidang Sarahan Ust Dr M Abdi Lbs MSi dan Muallimah Dra.Herniati Ziliwu, Bidang Tilawah Ust Akmal Nas Hulu SPd dan Muallimah Sri Mawarni Hia, Bidang Retorika dan Penghayatan Ust Budiman Alamsyah Telaumbanua SPd dan Ust Wajidin telaumbanua SE. (nua)

Mungkin Anda juga menyukai