Omakjang! Film Bokef Pak Guru dan Janda Viral, Adegan Ehem-ehemnya Bikin Nafsu…

ilustrasi

TAPTENG (medanbicara.com)– Video bokef diduga oknum guru SLTA di Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara (Sumut), dengan seorang janda anak satu penjual tuak viral, Selasa (18/9/2018). Omakjang!

Video ini membuat resah warga setempat dan mencoreng dunia pendidikan. Dalam video berdurasi 8 menit tersebut, oknum guru berinsial D tersebut terlihat berbuat mesum dengan wanita berinisial Br S.

Dalam adegan pertama di video tersebut, tampak D mengenakan kaos berwarna putih dan hanya mengenakan celana dalam. Sementara janda itu hanya mengenakan bra berwarna merah dan celana jeans warna biru.

Awalnya mereka tidur-tiduran di ranjang sambil bercanda dan tertawa. Tak lama kemudian adegan ehem-ehem, yakni hubungan intim layaknya suami istri yang sah pun dilakukan.

Perbuatan terlarang tersebut diduga dilakukan di sebuah hotel di Kota Sibolga. Adegan tersebut sepertinya direkam oleh si wanita. Hingga saat ini belum diketahui mengapa video tersebut bisa muncul di medsos dan viral.

Salah seorang warga Desa Sosorgadong mengaku mengenal pasangan non muhrim yang melakukan adegan mesum di video tersebut. Dia juga mengatakan, video tersebut telah viral dan banyak ditonton warga.

“Kalau yang pria, sudah banyak yang kenal, kalau wanitanya janda anak satu, dari Medan, di sini jual tuak,” sebut warga tersebut diamini sejumlah warga lainnya saat ditemui wartawan.

Warga desanya sangat keberatan dengan adegan mesum pasangan bukan suami istri tersebut. Dia juga menyayangkan, video itu bisa tersebar di masyarakat. “Kami keberatan, kemarin warga sudah mendatangi wanita itu, dan memintanya keluar dari kampung ini,” tambah warga tersebut.

Camat Sosorgadong Harapan Malau saat dikonfirmasi wartawan membenarkan peredaran video mesum diduga oknum guru tersebut. Menurutnya, pihaknya akan mencoba mempertemukan D dengan istrinya, LP.

“Benar pak, rencananya kita pertemukan dulu dia (D) dengan istrinya,” kata Harapan seperti dilansir metrosiantar.

Terkait keberatan warga, dia mengaku hingga kini belum menerimanya. “Sampai sekarang belum ada warga yang mengadu keberatan dengan video itu,” ungkapnya.

Ini bukan kali pertama D bermasalah. Pada tahun 2014, D diketahui pernah punya masalah dengan istri sahnya, LP. Tak terima dengan perbuatan D, tahun 2015, LP yang saat itu tinggal bersama orangtuanya di Medan menggugat suaminya hingga ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Bupati Tapteng.

Saat itu D masih mengajar di sebuah SLTA di daerah Sibabangun. Bahkan, LP juga telah melaporkan D ke Polres Tapteng terkait kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). (msc/mts/com)

Mungkin Anda juga menyukai