Sekretaris GTPP Covid-19 Gunungsitoli Terima Kunjungan GTPP Propinsi Sumatera Utara

Sekretaris GTPP Covid-19 Kota Gunungsitoli, Agustinus Zega yang juga menjabat Sekda (nua)

Gunungsitoli (medanbicara.com)-Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Gunungsitoli yang diwakili oleh Sekretaris GTPP, Agustinus Zega menerima kunjungan perwakilan Gugus Tugas Provinsi Sumatera Utara diwakili Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dr. Ria Novida Telaumbanua, MKes. Turut dihadiri para tokoh dan pimpinan organisasi keagamaan di Kantor Walikota Gunungsitoli, Kamis, (3/9/ 2020).

Agustnus Zega mengatakan, perkembangan covid-19 di Kota Gunungsitoli dalam 3 minggu terakhir mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

“Posisi kemarin mencapai angka 49 positif dengan yang meninggal dunia sebanyak 3 orang. Memang kita sekarang seakan-akan berada pada posisi yang sangat mengkhawatirkan karena begitu tingginya angka penularan dalam waktu yang tidak terlalu lama dan telah terjadi transmisi lokal bahkan sampai sekarang telah ada 2 cluster yakni cluster Gereja Bethani dan Cluster Rumah Sakit Umum,” terangnya.

Agustinus Zega yang juga menjabat Sekretaris Daerah Kota Gunungsitoli, berharap dengan kehadiran Gugus Tugas Provinsi Sumatera Utara di Gunungsitoli dapat melihat dan mendengarkan secara langsung kendala-kendala yang dihadapi di lapangan oleh Gugus Tugas Kota Gunungsitoli. Secara khusus dan Kepulauan Nias pada umumnya dalam mengatasi penyebaran covid-19 sekaligus dapat memberikan solusi-solusi yang dapat menjawab segala kebutuhan.

Sementara itu, dr Ria Novida menyampaikan pesan Gubernur Sumatera Utara di hadapan para tokoh dan pimpinan organisasi keagamaan di Kota Gunungsitoli.

“Pak Gubernur berpesan kepada para pimpinan organisasi keagamaan yang ada di Kota Gunungsitoli, tolong dipikirkan matang-matang bagaimana ibadah kita. Misalnya kalau gereja atau masjid memutuskan untuk membuka ibadah untuk umum, tolong dikoordinasikan dengan Dinas Kesehatan ataupun Gugus Tugas, jadi Dinas Kesehatan dan jajarannya akan menyampaikan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi kalau ibadah kita ini tetap dilaksanakan. Bukan tidak boleh, tetapi duduk bersama supaya Dinas Kesehatan menyampaikan apa kira-kira yang harus kita persiapkan,” jelasnya. (nua)

Mungkin Anda juga menyukai