ilustrasi (poskota)
Loading...

SERGAI (medanbicara.com)–Astaga! WSS (33), tega memperkosa putri kandungnya sendiri sebut saja namanya Mekar (13), Selasa (5/11/2019) sore kemarin.

Kapolres Serdang Bedagai, AKBP Juliarman Eka Putra Pasaribu dalam keterangannya, Kamis (7/11/2019) mengatakan, perbuatan bejat WSS dilakukan di kediaman mereka di Kecamatan Silinda, Serdang Bedagai.

“Selasa (5/11/2019) sekira pukul 15.00 Wib, korban sedang bermain di rumah temannya. Tiba-tiba ayah kandungnya WSS datang ke rumah tersebut dan mengatakan agar putrinya segera pulang karena dipanggil ibunya,” kata Kapolres Sergai.

Mendengar perintah sang ayah, Mekar pun langsung pulang ke rumah. Namun sesampai di rumah, WSS malah lebih dulu masuk ke kamar Mekar disusul putrinya tersebut.

Selanjutnya, WSS menyuruh Melati membuka akun Facebooknya lalu meminta HP tersebut dari tangan putrinya. Namun, ketika Melati menyerahkan HP kepada sang ayah, tiba-tiba WSS menuduh putrinya sudah disetubuhi teman lelakinya.

“Korban kemudian menjawab, bahwa dia tidak ada disetubuhi orang. Kemudian terlapor menyuruh korban untuk membuka bajunya, namun korban tidak mau,” jelas Juliarman.

“Coba buka baju mu!” perintah WSS kepada putrinya ketika itu.

Karena takut kemarahan sang ayah, Melati pun terpaksa membuka bajunya. Tak sampai di situ, WSS kemudian menyuruh putrinya itu membuka bra yang juga kemudian dituruti sang anak dengan terpaksan.

“Selanjutnya terlapor memegang payudara korban, lalu menyuruh korban membuka celananya,” jelas Juliarman.

“Coba tengok dulu, kau masih perawan nggak?” Hardik WSS kepada putrinya itu, seperti dituturkan Juliarman.

Sekali lagi, gadis belia itu dengan terpaksa membuka celana panjang yang dipakainya.

“Buka sempak mu, buka!” perintah WSS kepada putrinya memaksa.

Lagi-lagi, Mekar dengan berat hati terpaksa membuka membuka celana dalamnya. Namun, begitu Mekar membuka celana dalam, sang ayah pun ikut melepas pakaian dalamnya sehingga membuat remaja itu ketakutan.

“Ayah mau ngapain?” tanya Mekar kepada ayahnya.

“Gak ada! Cuma nengok aja kok,” jawab sang ayah.

Ketakutan, Mekar akhirnya menangis. Namun, tangisan sang anak disambut satu tamparan di pipinya.

“Plakk! Diam kau!” sergah WSS yang sudah sudah kalap.

Selanjutnya, WSS mencekik leher putrinya dan lalu merebahkan tubuh sang gadis di tempat tidur.

“Tersangka kemudian meremas-remas payudara korban dan selanjutnya menyetubuhi korban,” jelas Juliarman.

Usai melampiaskan birahinya, WSS kemudian mengancam putrinya. “Jangan kau kasih tau mamak, nanti ku bunuh kau!” Ancam WSS kepada Melati.

Namun, karena merasa sakit dan ketakutan, Melati kemudian menceritakan hal tersebut kepada bibinya. Sang bibi kemudian menyuruh Mekar memberitahu neneknya.

“Setelah itu korban dibawa ke rumah Sekretaris Desa. Di sana korban menceritakan tentang kejadian yang baru saja dialaminya. Sekertaris Desa kemudian menghubungi Bhabinkamtibmas dan pergi ke rumah terlapor,” beber Juliarman.

Tak lama kemudian, ibunda Mekar datang ke rumah Sekdes dan menjemput putrinya.

“Apa betul, kau disetubuhi sama ayah mu, Nak?” tanya sang ibu kepada Mekar.

Begitu Mekar menjawab, “iya.” Para tetangga yang sudah berkumpul kemudian membawa WSS ke kantor desa.

Selanjutnya, warga memboyong WSS ke Mapolsek Kotarih. Petugas kemudian membawanya ke UPPA Sat Reskrim Polres Serdang Bedagai untuk menjalani pemeriksaan dan penyidikan.

Sekdes kemudian membuat pengaduan resmi sesuai Laporan Polisi nomor: LP/341/XI/2019/SU/Res Sergai tanggal 5 November 2019.

Dari kediaman Mekar, polisi menyita barang bukti berupa sehelai celana dalam warna putih yang ada bercak darah, sehelai baju tidur warna merah bermotif micky mouse, sehelai celana tidur warna merah bermotif micky mouse.

“Tersangka diduga melakukan persetubuhan terhadap anak sebagaimana dimaksud dalam pasal 81 ayat (1) (2) (3) UU RI No 17 thn 2016 tentang penetapan Perpu No 1 thn 2016 ttg perubahan kedua atas UU RI No 23 thn 2002 tentang Perlindungan Anak,” pungkas Juliarman. (mdc)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY