Bupati Sergai Bertugas Sebagai Ketua TPHD di Mekkah, Suhu di Madinah Mencapai 48 Derajat Celcius Begini Kondisi Jemaah Asal Sergai

Bupati Sergai Ir H Soekirman selaku Ketua Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) di Mekkah. (ist)

SERGAI (medanbicara.com)-Jemaah calon haji Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) yang tergabung dalam kloter 7 bersama dengan Kota Gunung Sitoli, Kota Tebing Tinggi dan Kota Binjai keseluruhannya berjumlah 391 orang dalam kondisi sehat.

“Insya Allah telah dua hari menetap di Makkah Al Mukkaramah dalam kondisi sehat dan telah melaksanakan wajib umroh (ihram, tawaf ifadah, sai dan tahalul),” kata Bupati Sergai, Ir H Soekirman selaku Ketua Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) melalui WhatsApp kepada Kadis Kominfo, Drs H Akmal, MSi langsung dari Makkah Arab Saudi, Senin (29/7/2019) malam.

Dikatakan Soekirman, bahwa sejak mengambil Miqod di Bir Ali Madina pada Sabtu sore lalu, semua jemaah dalam kondisi sehat, walaupun ada beberapa jemaah yang sudah lansia difasilitasi dengan kereta sorong.

"Kabupaten Sergai dengan jumlah jemaah sebanyak 198 termasuk TPHD, TKHD, ketua Kloter, TPIHI sudah seluruhnya melaksanakan ibadah wajib umroh sesuai rencana," kata Soekirman.

Saat jemaah kloter 7 MES berada di kota Makkah, lanjutnya, telah memanfaatkan waktu dengan ibadah sunnah di Masjidil Haram yang ada di sekitar pemondokan.

Di samping itu dalam rangka mempertebal keimanan ada juga jemaah yg memanfaatkan momen di tanah suci untuk melakukan ziarah di sekitar Kota Makkah. Bupati Soekirman mengutarakan jika dibandingkan dengan Madinah, di Makkah suhu harian di luar rumah berkisar 37 hingga 39 derajad Celcius. Ini membuat jemaah lebih bisa beradaptasi dengan cuaca di Makkah dibanding Madinah mencapai 48 derajad Celcius.

Sementara terkait dengan ketersediaan makanan, dijelaskan Bupati bahwa makanan di Makkah yang disediakan oleh catering daker Makkah tidak ada masalah. Di samping untuk sarapan pagi, di hotel tempat jamaah Indonesia menginap, selalu ada penjual yang menyediakan nasi uduk, nasi goreng, dan soto, maupun nasi pecal. Hampir semua cocok dengan lidah orang Indonesia.

Sedangkan masalah jarak yang relatif jauh ke Masjidil Haram, Bupati mengemukakan bahwa daker Makkah telah menyediakan shuttle bus setiap saat melintas di depan hotel dengan diberi nomor bis 5 jurusan syisyah langsung ke terminal Haram. Bus tersebut ber AC dan gratis.

Dengan memperhatikan kondisi jemaah pada pelaksanaan ibadah setiap harinya, dapat dipastikan bahwa jemaah haji yang tergabung dalam kloter 7 dinyatakan betah tinggal di Arab Saudi.

Kembali diceritakan Soekirman bahwa terdapat kisah menarik di sela-sela tugasnya sebagai TPHD bersama ketua kloter serta TPHI dan beberapa karom telah diundang oleh orang Indonesia yang bermukim di Makkah selama 20 tahun bernama Muniri.

"Kami diajak makan siang, sambil bercerita tentang situasi haji tahun ini, beliau sangat akrab dengan jemaah asal Indonesia khususnya Sumatera Utara dan selalu siap membantu apa saja yang diperlukan dalam menyempurnakan ibadah haji," jelas Soekirman.

Sedangkan yang berkaitan dengan tim pelayanan kesehatan dari TKHD setiap hari melayani jemaah sekitar 20-25 orang, umumnya konsultasi batuk, flu, gatal-gatal, masuk angin.

Turut serta dalam Kloter 7, Ketua Kloter Husin Syarif, dari TPIH Syarifuddin Daulai dan TKHD dr Sri Astuti, dr Nurlaili Hafni dibantu dengan paramedis Hafni dan Amir Siregar.

Semua tim karom selalu bekerja dengan kompak, bahu membahu dengan suppurt teknologi WhatsApp Group dari petugas kloter sehingga komunikasi berjalan dengan lancar. (buyung nst)

Mungkin Anda juga menyukai