Sosialisasi Pendataan Keluarga di Desa Hajoran Labuhanbatu Selatan

LABUSEL (medanbicara.com)-BKKBN melakukan sosialisasi pendataan keluarga untuk memberikan edukasi, tentang masalah persoalan stunting. Kegiatan ini diadakan di Desa Hajoran, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara beberapa waktu lulu.

Kegiatan ini bertujuan mengurangi angka stunting yang terjadi di Indonesia. Stunting memberikan dampak buruk pada pekembangan pertumbuhan anak dari usia balita sesuai yang dijelaskan oleh Ibu Dra Rabiatun Adawiyah, MPHR, perwakilan dari BKKBN Sumatera Utara.

Dalam kegiatan itu Ibu Dra Rabiatun Adawiyah, MPHR juga menambahkan, banyak teori yang menyatakan bahwa kurangnya asupan makanan juga bisa menjadi salah satu faktor utama penyebab stunting.

“Proses perkembangan tersebut lambat laun mulai melambat ketika anak berusia 3 tahun,” uacapnya pada kegiatan tersebut.

Persoalan stunting mendapatkan perhatian yang serius oleh Presiden Republik Indonesia, untuk memegang kendali terhadap percepatan penuran angka stunting di Indonesia, BKKBN memiliki target penurunan angka stunting hingga 14% di tahun 2024.

Masalah ini juga mejadi perhatian khusus dari Bapak Dr Saleh Partaonan Daulay, MAg, MHum, MA, Anggota Komiis IX DPR RI sebagai Mitra Kerja BKKBN, yang hadir langsung di kegiatan sosialisasi tersebut.

BKKBN melalukan metode pendataan keluarga dengan cara Metode Sensus. Dengan cara mendata seluruh keluarga di Indonesia dengan melakukan kunjungan rumah ke rumah. (rel)

Mungkin Anda juga menyukai