Sosialisasi Pendataan Keluarga di Desa Kuala Beringin Labuhanbatu Utara

LABURA (medanbicara.com)-Indonesia sedang menghadapi masalah serius tentang stunting. Dimana stunting mempengaruhi kondisi pada anak yang ditandai dengan pertumbuhan postur badan yang tidak normal, jika dibandingkan dengan umurnya. Kondisi ini dialami oleh anak yang masih di bawah usia 2 tahun, dan harus segera ditangani dengan segera dan dengan cara yang tepat.

Provinsi Sumtera Utara pun melakukan sosialisasi pendataan keluarga untuk mengedukasi masyarakat tentang stunting. Kegiatan dilaksakan di Desa Kuala Beringin, Kabupaten Labuhanbatu Utara beberapa waktu lalu.

Kegiatan ini dihadiri perwakilan dari BKKBN Provinsi Sumtera Utara, Dra Rabiatun Adawiyah, MPHR. Dalam memberikan edukasi tentang penyebab stunting, Dra Rabiatun Adawiyah, MPHR menyebutkan, berbagai faktor penyebab stunting misalnya asupan gizi yang buruk.

Selain itu, kata Dra Rabiatun Adawiyah, MPHR, berkali-kali terserang penyakit infeksi, bayi lahir prematur, serta berat badan lahir rendah (BBLR).

“Kondisi ini akibat tidak tercukupinya asupan gizi anak. Biasanya tidak hanya terjadi setelah ia lahir melainkan bisa dimulai sejak ia masih di dalam kandungan,” ucapnya.

Masalah ini juga mejadi perhatian khusus dari Anggota Komisi IX DPR RI, Dr Saleh Partaonan Daulay, MAg, MHum, MA, sebagai mitra kerja BKKBN. Saleh hadir langsung di kegiatan sosialisasi tersebut, agar target penurunan angka stunting hingga 14% di tahun 2024 dapat tercapai.

Sosialisasi ini dilakukan serentak di seluruh wilayah Indonesia, dan setiap tahun dilakukan pembaharuan data. Untuk Sumatera Utara baru mencapai angka 68,93% dari target (posisi 11 Nasional), dan Pakpak Bharat menjadi satu-satunya kabupaten yang selesai mendata 100% target keluarganya di tanggal 31 Mei 202. (rel)

Mungkin Anda juga menyukai