Sepeda motor yang hancur di lokasi ledakan. (vino)
Loading...

TANJUNGBALAI (medanbicara.com)-Gudang Si Melon alias tabung gas elpiji 3 kilogram meledak di pemukiman penduduk, di Jalan HM Yamin Lk IV Kelurahan Tanjungbalai Utara, Kecamatan Sei Tualang Raso, Kota Tanjungbalai, Sumut, Kamis (2/5/2019) pagi.

Akibatnya, satu orang yang merupakan karyawan gudang mengalami luka bakar serius dan terpaksa dilarikan ke rumah sakit. Ledakan juga mengakibatkan satu unit sepeda motor hancur dan gudang penyimpanan gas retak-retak. Bahkan, pintu gudang sampai melayang ke rumah tetangga seberang akibat kuatnya ledakan.

Informasi yang berhasil dihimpun, ledakan akibatkan tabung gas 3 kg dan 12 kg yang tersimpan di dalam gudang diduga bocor. Kemudian, karyawan pangkalan gas menghidupkan sepeda motor dan dalam waktu bersamaan terjadi ledakan dahsyat hingga mengejutkan warga sekitarnya.

Dari keterangan warga sekitar, pangkalan gas tersebut disinyalir sebagai tempat penimbunan gas ilegal serta tempat pengoplosan gas bersubsidi 3 kg ke dalam tabung gas 12 kg. Hal itu dikuatkan dari amatan wartawan di lokasi di dalam pangkalan gas terdapat ratusan tabung gas bersubsidi 3 kg tanpa segel atau label dan puluhan tabung gas 12 kg yang berisi gas dan yang sudah kosong.

Bahkan di lantai pangkalan terlihat beberapa segel atau cap gas bersubsidi berwarna hitam bertuliskan PT Jep Putera Gasindo agen gas elpiji 3 kg Dusun Simpang Siranggong, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labura.

Di lokasi tertera 2 plank yaitu pangkalan gas dengan nama Triswansyah Putra, agen CV Sukses Teguh Gemilang dengan nomor izin NIAP 11-4-294 dan plank agen NPSO PT Pertamina KPN-PPSB dengan nama pemilik yang sama.

Kapolres Tanjungbalai melalui Kasat Reskrim, AKP Harefa Kurniawan SPd saat dikonfirmasi mengaku masih di lapangan. “Silakan aja langsung ke Kapolsek dulu ya. Saya lagi ada tugas lain. Nanti kalau saya sudah balik baru saya kroscek ke anggota,” katanya.

Sementara Kapolsek Sei Tualang Raso, Iptu J Gultom mengatakan Polres yang menangani bos. “Langsung aja bos hubungi orang Polres karena tabungnya sudah dibawa ke sana,” pungkasnya.

Warga sekitar, Neneng mengatakan kejadiannya tiba-tiba. “Kami lagi sarapan di dalam tiba-tiba ada suara meledak macam suara bom,” katanya.

Menurutnya, pangkalan itu tiap hari beraktifitas menjual gas. “Pangkalan gas itu biasanya dari pagi sampai siang keluar masuk gas. Bahkan sampai malam pun mereka beraktifitas,” katanya.

“Kita tidak tahu apa yang dikerjain mereka sampai jam 2 dinihari. Tapi ada aktivitas suara gas bunyi dan bau. Itulah yang kami rasakan selama ini. Sebenarnya kami cemas dan takut. Kalau harta tidak kita pikirkan tapi nyawa. Kita tidak tau apakah diduga gas oplosan atau tidak karena ruangan tersebut tertutup,” katanya.

Herannya, katanya, kenapa aktifitas sampai tengah malam lagi pula ada suara bunyi gas dan bau. “Namanya kita tetangga selagi kita selamat kita tidak pernah komplain dan sampai sekarang kita tidak tau apa yang mereka kerjakan,” katanya.

Kepala Lingkungan 3 mengatakan, sepengetahuannya gudan itu sering tutup pintu. “Ada sih warga yang melapor dan kita sudah pernah menegurnya,” katanya. (ino)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY