Jembatan Penghubung Antar Desa Sei Londir dengan Sei Tualang Pandaw Rusak Parah

TANJUNGBALAI (medanbicara.com)-Jembatan penghubung antara Desa Sei Londir dengan Desa Sei Tualang Pandaw, Kecamatan Sei Kepayang Kiri, Kabupaten Asahan kondisinya rusak parah, dan sangat prihatin.

Seorang warga, Arsad (60) saat di konfirmasi awak media, Rabu (31/08/2022) mengatakan, kondisi jembatan ini sangat berbahaya untuk dilintasi bagi pengendara sepeda motor sebab lantai jembatan yang terbuat dari kayu sudah lapuk.

Lanjut Arsad lagi, selain sudah lapuk banyak lagi yang sudah berpatahan, sehingga terlihat jembatan tersebut sudah bolong-bolong bahkan sudah banyak kendaraan yang jatuk ke dalam sungai.

Berdasarkan informasi dari salah satu warga seorang ibu rumah tangga yang tak ingin dipublikasikan namanya menambahkan, sudah sepuluh sepeda motor yang masuk ke sungai, untungnya air sungai belum pasang sehingga masyarakat bisa membantu mengeluarkan sepeda motor yang jatuh ke sungai ini ke darat lagi.

Lanjutnya, kalau air sungai ini naik pasang mungkin masyarakat tak bisa lagi mengeluarkan sepeda motor tersebut ke darat, dan sudah berapa kali petugas dari balai desa dan entah dari pegawai mana saja yang memfoto jembatan ini namun hasilnya nol besar.

Menurutnya, Jembatan Sei Londir ini sudah 15 tahun tak tersentuh terhitung sejak tahun 2007, Jembatan ini bertahan karena swadaya dari masyarakat Desa Sei Londir dan Desa Sei Tualang Pandaw yang saling bergotong royong untuk memperbaiki jembatan.

Sementara dari balai desa sama sekali tak memeperhatikan jembatan ini. “Kami sudah tak peduli lagi dan tak mau lagi mengasi tau sama kepala desa,” katanya.

Anehnya, dana desa dari Desa Sei Londir dan Desa Sei Tualang Pandaw yang cukup fantastis entah kemana dibuatkan. Jalan yang tak berguna dibangun, sementara jembatan ini sudah jelas-jelas penghubung antara dua dusun yaitu Dusun III dan Dusun V terabaikan.

“Apalah salahnya digantikan kayu-kayunya dengan yang baru, dan yang bermutu masih ada lagi sisa dana desa tersebut,” ucapnya sambil pergi meninggalkan awak media. (Vin)

Mungkin Anda juga menyukai