Loading...

TANJUNGBALAI (medanbicara.com)-Lembaga Bantuan Hukum Pembela Tanah Air (LBH PETA) telah terbentuk di Tanjungbalai dan Kabupaten Asahan. Kehadiran LBH PETA di Tanjungbalai dan Asahan diharapkan dapat memberikan pelayanan hukum bagi masyarakat yang membutuhkan.

LBH PETA sendiri baru berdiri di Indonesia 28 Maret 2018 kurang lebih baru setahun berdiri, namun LBH PETA telah memiliki cabang di 12 Provinsi se-Indonesia.

“Inilah yang membuat kami tertarik untuk bergabung dengan LBH PETA dan membesarkan LBH PETA di Tanjungbalai dan Kabupaten Asahan,” kata Ketua LBH PETA Tanjungbalai-Asahan, Agustina SE SH MH.

Advokat dan juga Aktivis perempuan di Asahan itu mengatakan, mereka akan patuh dan taat dengan garis organisasi yang dibuat oleh DPP LBH PETA dan DPD LBH PETA Sumatera Utara yaitu membantu masyarakat dalam mencari keadilan tanpa ada bayaran sekalipun karena keadilan di Indonesia ini sangat mahal harganya.

“Orang untuk mencari keadilan harus mengeluarkan dana yang besar untuk memakai jasa pengacara, itulah kendalanya, LBH PETA Tanjungbalai dan Asahan akan menyiapkan pengacara yang Handal untuk membela kepentingan masyarakat yang membutuhkan, kita tidak mau istilah hukum tajam ke bawah dan tumpul ke atas benar-benar terjadi karena hukum itu di buat untuk memberikan keadilan bagi masyarakat,” katanya.

Sementara, Ketua DPD LBH PETA Sumut, Mhd Afrizal Efenddy Rambe SH MH mengatakan, kehadiran LBH PETA di Tanjungbalai dan Kabupaten Asahan dapat membantu masyarakat dalam mencari keadilan.

“LBH PETA terdepan dalam membela kepentingan rakyat,” kata akedemisi di Sumatera Utara itu. (vino)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY