Makjang! 2 Tahun Foto Joko Widodo-Jusuf Kalla Masih Terpajang di Dinas Perkim Tanjungbalai, Lupa Jangan Dipermasalahkan…

Tanjungbalai (medanbicara.com)-Kantor Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Perkim), di Jalan Gaharu, Kelurahan Sirantau, Kecamatan Datuk Bandar, Kota Tanjungbalai masih memajang foto Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2014-2019, Joko Widodo-Jusuf Kalla. Alamak!

Dari pantauan wartawan di lokasi, Selasa (29/12/2020), tampak di dinding atas meja piket kantor Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Tanjungbalai masih terpajang foto Presiden dan Wakil Presiden, Jokowi-Jusuf Kalla.

Sekadar diketahui, foto terbaru Presiden dan Wakil Presiden RI 2019-2024, Joko Widodo dan Ma’ruf Amin
sudah dirilis Kementerian Sekretariat Negara 2 tahun lalu.

Rilisan foto juga dibarengi dengan surat edaran Menteri Sekretaris Negara dan telah dikirimkan ke sejumlah instansi pemerintah, termasuk di antaranya gubernur dan walikota di seluruh Indonesia.

Plt Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Tanjungbalai, Edi Surya ketika dikonfirmasi melalui telepon seluler mengaku lupa.

“Lupa jangan dipermasalahkan,” kata Edi Surya, yang baru 8 bulan menjabat sebagai Plt Dinas Perkim Tanjungbalai.

Atas informasi tersebut beberapa jam kemudian foto Presiden dan Wakil Presiden lama itu sudah diturunkan, namun belum diketahui kapan akan dilakukan pemasangan foto Presiden dan Wakil Presiden, Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Kita sangat sayangkan sikap Aparatur Sipil Negara (ASN) Kantor Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Tanjungbalai menganggap remeh dan lalai sudah 2 tahun lamanya,” ungkap Santaprisno Taleumbenua, SH, Laskar Pemuda Pejuang Rakyat (LPPR) Tanjungbalai-Asahan, saat ditemui di kantornya di Jalan Sudirman Tanjungbalai.

“Bagaimana dalam melaksanakan pengelolaan Tata Perumahan dan Permukiman. Sementara di dalam kantornya sendiri lupa untuk mengganti foto Presiden dan Wakil Presiden kita yang baru, dan sangat kita sayangkan sudah 2 tahun lamanya berjalan roda pemerintahan Presiden Republik Indonesia, bahkan beberapa menteri sudah berganti,” ungkapnya.(dev)

Mungkin Anda juga menyukai