Proyek Rehabilitasi Jalan Setapak di Desa Sei Lama Asahan Diduga Dikerjakan Asal Jadi, Lihat Foto-fotonya…

Asahan (medanbicara.com)-Proyek rehabilitasi pengerjaan jalan setapak (rabat beton), diJjalan Pancur, Dusun X, Desa Sei Lama, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Asahan diduga dikerjakan tidak sesuai dengan spesikasi atau asal jadi.

Pasalnya, proyek rehabilitasi jalan setapak yang dikerjakan oleh CV Waluku dengan kontruksi nilai kontrak Rp198.800.000, yang bersumber dari dana APBD Asahan tahun 2021 dengan volume panjang 166 meter, lebar 3 meter, itu diduga menggunakan campuran air limbah saat mencampurkan pasir, kerikil dan semen.

Menurut keterangan salah satu warga, Ilham Jumat (10/09/2021) menjelaskan, ada dugaan saat pengerjaan proyek itu tidak memakai ukuran yang telah ditentukan, Misalnya, katanya, semen 1 sak diaduk dengan pasir dan kerikil dan langsung dimasukkan ke mesin pengadukan (molen) tanpa memakai takaran dan hanya mengira-ngira saja lalu airnya menggunakan air limbah.

Dari amatan wartawan di lokasi proyek, lebar rabat beton yang 3 meter itu berpariasi, ada yang 2 meter 90 sentimeter, dan ditemukan ketebalan rabat betonnya ada yang 15 cm ada 17 cm, pasir yang digunakan pasir keruk (timbun) diduga jauh dari standar yang ditentukan.

Sementara itu kualitas dan kuantitas dari hasil rabat beton tersebut sangat dikhawatirkan, apalagi CV Waluku juga pernah melakukan kesalahan dengan pengerjaan proyek pembangunan drainase, atau gorong-gorong asal jadi yang di kerjakan di Jalan Prona, Lingkungan I, Kelurahan Sentang, Kecamatan Kota Kisaran Timur pada tahun 2019. (Vin)

Mungkin Anda juga menyukai