Rapat Paripurna Pandangan Umum Fraksi DPRD, Ini Jawaban Plt Wali Kota Tanjungbalai…

Tanjungbalai (medanbicara.com) -Plt Wali Kota Tanjungbalai H Waris Thalib menghadiri rapat paripurna DPRD Kota Tanjungbalai, dalam agenda Penyampaian Pandangan Umum Fraksi DPRD atas Nota Pengantar Wali Kota Tanjungbalai, tentang RAPBD Kota Tanjungbalai Tahun Anggaran 2022 yang berlangsung di gedung DPRD Tanjungbalai, Selasa (16/11/2021).

Rapat yang dipimpin Ketua DPRD Tengku Eswin didampingi Wakil Ketua Surya Darma AR dan Syahrial Bakti serta dihadiri Forkopimda Tanjungbalai, Anggota DPRD Tanjungbalai dan Pimpinan OPD di lingkungan Pemko Tanjungbalai.

Acara diawali dengan pembukaan sidang paripurna DPRD Tanjungbalai oleh Ketua DPRD kota Tanjungbalai, Tengku Eswin dan dilanjutkan dengan penyampaian pandangan umum fraksi.

Fraksi Partai Golkar, yang disampaikan oleh anggota DPRD Neni Kosasi menyampaikan mengingat kondisi perkembangan situasi daerah Kota Tanjungbalai saat ini, Fraksi Partai Golkar berharap supaya anggaran RAPBD untuk dipergunakan sebaik-baiknya untuk pembangunan di Kota Tanjungbalai.

Fraksi Partai Golkar meminta kepada pemerintah supaya fokus dalam perbaikan infrastruktur, salah satunya jalan rusak yang ada di Kota Tanjungbalai segara ditindaklanjuti, karena menyangkut keselamatan bagi masyarakat Tanjungbalai.

Terkait penanganan banjir yang ada di kota Tanjungbalai, Fraksi Partai Golkar meminta agar pemerintah meminta kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan yang bisa menimbulkan banjir di Kota Tanjungbalai, menggiatkan kegiatan gotong royong dan membersihkan drainase yang sudah tumpat.

Terakhir, Fraksi Partai Golkar meminta kepada Plt Wali Kota supaya menindaklanjuti peserta BPJS yang dinonaktifkan, sehingga masyarakat bisa menggunakannya kembali.

Sedangkan Fraksi PDIP Perjuangan Kota Tanjungbalai, yang disampaikan oleh Eriston Sihaloho meminta Pemerintah Kota Tanjungbalai berkordinasi dengan Pemerintah Pusat terkait pengerukan Sungai Silau, hal ini mengingat kondisinya yang saat ini terus mengalami pendangkalan, kalau tidak dikeruk akan menimbulkan banjir di Kota Tanjungbalai.

Fraksi PDI Perjuangan juga meminta kepada Pemkot Tanjungbalai tentang retribusi daerah supaya dibuat payung hukumnya, dan semoga peraturan daerah (Perda) ini dapat disahkan oleh pemerintah dan DPRD Tanjungbalai.

Terkait Galian C di Kota Tanjungbalai, sebut Eriston Sihaloho, pemerintah harus bisa mencari solusinya tentang izin tambang pasir di Kota Tanjungbalai supaya hal ini tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat, dan tentunya dapat menjadi sumber pendapatan APBD Tanjungbalai nantinya.

Fraksi PKB yang disampaikan oleh Teddy Erwin Damanik meminta kepada Pemerintah Kota Tanjungbalai untuk memperhatikan bantuan PKH dan kartu BPJS masyarakat yang nonaktif dinas sosial.

Meminta kepada pemerintah agar pelayanan rumah sakit umum daerah lebih ditingkatkan lagi terutama fasilitas kesehatan, dan sarana penunjang lainnya supaya masyarakat merasa nyaman dan mudah saat berobat ke RSUD.

Fraksi Hanura yang disampaikan oleh Ruslnaldi Darma meminta penertiban pedagang yang saat ini berdagang di trotoar yang mana saat ini jumlahnya sudah semakin banyak, ini perlu di tertibkan oleh Satpol PP dan Dinas Perhubungan, sebab kalau ini tidak ditertibkan bisa menimbulkan kemacetan dan pelanggaran bagi pengendara, mohon kepada Pemkot Tanjungbalai untuk segara ditindaklanjuti.

Rusnadi juga menyampaikan agar Pemko Tanjungbalai melalui Dinas Kesehatan dan RSUD Dr Tengku Mansyur untuk melakukan inovasi dalam pelayanan kesehatan serta pengelolaan rusunawa yang di Kelurahan Sei Raja untuk dikelola dengan baik dan ditertibkan.

Fraksi Partai Berkarya Kota Tanjungbalai yang disampaikan Husaini Sinaga meminta kepada Pemerintah Kota Tanjungbalai untuk melaksanakan dan mengelola anggaran RAPBD tahun 2022 secara terarah untuk mewujudkan kemasalahan Kota Tanjungbalai yang maju.

“Kami selaku pengawas akan terus menyampaikan kepada Pemko Tanjungbalai selalu memperhatikan program dan tepat sasaran, jelas penyerapan anggarannya,” jelasnya.

Dalam pembacaan jawabannya, Plt Wali Kota Tanjungbalai, Waris Thalib menyampaikan terimakasih atas masukan yang disampaikan oleh Fraksi DPRD Tanjungbalai. Untuk itu semua masukan yang disampaikan tentunya akan kami laksanakan nantinya.

“Terkait Infrastruktur jalan, Pemkot Tanjungbalai akan melakukan perbaikan jalan di 17 titik yang mau di hotmix, tentu hal ini kami berharap dukungan semua pihak terutama para anggota DPRD sekalian,” ujar Waris

“Mengenai kepersertaan BPJS di Kota Tanjungbalai, Pemkot Tanjungbalai akan kembali melakukan pendataan ulang yang mana kartu BPJS nya tidak aktif lagi dan melakukan perbaikan data baru,” jelas Waris

Dalam hal penanganan Galian C, beberapa waktu yang lalu Pemko Tanjungbalai sudah duduk bersama kepada para pengusaha tambang pasir Galian C yang ada di Kota Tanjungbalai. Pemko mendorong para pengusaha untuk mengurus izin tambang pasir. Sebab, selain menutupi kebutuhan pasir di Kota Tanjungbalai dan tidak harus ke Kabupaten Asahan juga bisa menjadi sumber PAD Kota Tanjungbalai.

Terkait Pengerukan sungai silau, Pemkot Tanjungbalai sebelumnya sudah langsung berkoordinasi dengan bapak Gubernur Provinsi Sumatera utara, bahwa pemerintah provinsi sumatera mau membantu pengerukan sungai silau yang ada di kota Tanjungbalai, Insya Allah kalau tidak ada halangan pada bulan Februari tahun depan sungai silau akan di keruk dan pasirnya dibawa kepelabuhan yang ada di Kabupaten Batu Bara yakni untuk penimbunan Pelabuhan di Kab Batu Bara.

Terakhir, Waris menyampaikan akan berupaya memperbaiki fasilitas RSUD mengingat saat ini kondisinya yang masih jauh dari baik. “Kita akan berupaya melakukan pembenahan pelayanan kesehatan dan penyediaan fasilitas kesehatan serta sarana dan prasarana pendukung lainnya,” pungkas Plt Wali Kota Waris Thalib. (Vin)

Mungkin Anda juga menyukai