Wakil Ketua Pengadilan Negeri (PN)Tanjungbalai Dr Salomo Ginting SH MH. (gus)
Loading...

TANJUNGBALAI (medanbicara.com)-Wakil Ketua Pengadilan Negeri (PN)Tanjungbalai menyebutkan, progres kerja Polres Tanjungbalai dalam memberantas jaringan narkotika lokal dan internasional sudah pada performance baik, sehingga patut terus didukung dari segi moral guna untuk memutus segala bentuk strategi modus arus masuknya narkotika.

“Kita semua mengetahui persoalan narkotika tidak terlepas dari garis khatulistiwa suatu wilayah. Tanjungbalai sangat berdekatan dengan negara Malaysia yang dibatasi dengan terbentangnya laut sebagai daerah pesisir,” kata Dr Salomo Ginting SH MH via telepon kepada wartawan medanbicara.com, Rabu (11/09/2019).

Menurutnya, dalam melancarkan aksi peredaran gelap narkotika kelas internasional timbul upaya untuk melakukan pengiriman-pengiriman dari arus lalu lintas laut kemudian bermuara ke sungai -sungai kecil. Maka hal ini selalu dimanfaatkan oleh bandar karena dianggap cara yang cepat dan tepat bisa lolos dari pengawasan petugas penegak hukum.

Makanya, katanya, Kota Tanjungbalai salah satu pintu gerbang masuknya jaringan narkoba internasional. Hal ini dikarenakan banyaknya kasus terungkap karena bahan narkotika dibawa oleh kapal dari Malaysia ke Tanjungbalai dengan perjalanan menempuh waktu tiga sampai empat jam.

Menurutnya, dari semua kasus yang sudah kita sidangkan di PN Tanjungbalai, limpahan berkas dari masalah narkotika dari Polres Tanjungbalai sangat sarat fakta yang kuat melalui adanya barang bukti, pelaku kejahatan dan kronologis modus peredaran gelap narkotika. Maka atas pencapaian penyelidikan yang matang dari kinerja Polres Tanjungbalai dan aparat penegak hukum yang lain dalam menelusuri dan memutuskan mata rantai narkoba saya menilai sudah mencapai perfermonce yang sangat baik.

Sebelumnya, dalam perjalanan kasus yang sudah disidangkan di PN Tanjungbalai yang dipaparkan Kaur Mintu Satres Narkoba Polres Tanjungbalai, Aiptu H Nadeak, saat menjadi salah satu nara sumber pada Seminar Anti Narkoba yang digelar Dewan Perwakilan Rumah Kreasi Hebat Indonesia bekerjasama dengan BNN Provinsi Sumut, Selasa (10/10/2019) lalu, di Resto Raja Bahagia dijelaskan kasus yang menonjol tentang narkotika di tahun 2018 dengan 13 kasus dengan jumlah tersangka 405 barang bukti secara umum 28 kg lebih sabu, ganja 1 kg lebih dan pil ekstasi 745 butir.

Kemudian di tahun 2019 sampai pada awal September dengan rincian 165 kasus, barang bukti secara umum 40 kg lebih sabu, 1 kg lebih ganja dan 9.000 lebih pil ekstasi.

“Namun, adapun sebagian persoalan terkait sumber dan asal muasal narkotika dari negara tetangga Malaysia yang sering tidak terungkap, maka hal ini bentuk tugas besar dan panjang yang harus segera untuk dituntaskan oleh pihak Polres Tanjungbalai, karena setiap bentuk macam kejahatan tentu ada cara tepat dan terbaik dalam mengungkapnya,” ucap Salomo.

Maka untuk persoalan narkotika jaringan internasional perlu adanya kordinasi dengan negara lain untuk mengungkap siapa dalang aktor utama oknum intelektual, sebagai akar kejahatan penggerak peredaran narkotika yang diduga warga negaranya, tidak semudah menangkap warga negara sendiri yang tinggal di negara orang lain.

Untuk menelusuri jaringan skala internasional dalam mengungkapkan penyelesaian peredaran gelap narkotika sampai ke akarnya, yang telah masuk ke Kota Tanjungbalai hal tersebut membutuhkan diplomasi tingkat tinggi setiap urusan komunikasi pada negara membutuhkan persiapan yang terencana dan intstrumen yang menguatkan tujuan diplomasi.

Seperti adanya Departemen Luar Negeri (Deplu) sebagai pihak hal yang mengatur hubungan kenegara lain. perwakilan diplomatik sebagai penyambung lidah untuk pada negara yang diwakili.

“Maka hal ini dapat kita nilai suatu upaya yang cukup panjang dan rumit. Untuk itu kita harus tetap mendukung Polri dan sembari meningkatkan upaya pencegahan dini dari diri kita sendiri, keluarga dan lingkungan sekitar. Hal ini juga bentuk cara yang efektif dalam mepersempit ruang edar narkotika,” pungkasnya. (gus)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY