Kapolres Asahan, AKBP Faisal Napitupulu SIK didampingi Kasat Reskrim AKP Ricky P Atmaja SIK, saat konferensi pers di Mapolres Asahan, Senin (15/7/2019). ist/mdc)
Loading...

KISARAN (medanbicara.com)–Personel Sat Reskrim Polres Asahan meringkus Adi Syahputra (25), satu dari tiga pelaku penjambretan yang selama ini sering beraksi di Kota Kisaran.

Tim yang dipimpin langsung Kanit Jahtanras, Ipda Mulyoto SH juga menangkap penadahnya, JA alias Jefri, berikut barang bukti 1 unit HP merek Vivo hasil rampokan.

“Kejadiannya tanggal 5 Juli kemarin sore sekitar jam 04.00 Wib. Saat itu pelaku ini sama dua temannya, Udin (DPO) dan Herman (DPO) naik 2 sepedamotor berangkat dari rumah menuju Kota Kisaran untuk cari mangsa,” kata Kapolres Asahan, AKBP Faisal Napitupulu SIK didampingi Kasat Reskrim AKP Ricky P Atmaja SIK, saat konferensi pers di Mapolres Asahan, Senin (15/7/2019) sekira pukul 15.40 Wib.

Aksi jambret Adi dan temannya itu dilakukan di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) di kawasan Kebun Sei Dadap. Saat itu ketiga pelaku melihat korban, yang saat itu duduk di boncengan dan menyandang tas ransel.

Tanpa pikir panjang, Adi Syahputra yang saat itu seorang diri mengendarai sepeda motor Yamaha Vixion tanpa plat memepet dari sebelah kanan lalu menarik tas ransel milik korban.

Begitu tas ransel berpindah tangan, pelaku Adi Syahputra langsung tancap gas, putar arah menuju Air Batu, diikuti pelaku Udin dan Herman.

Sesampainya di areal Kebun Sawit sekitaran Kecamatan Air Batu, ketiga pelaku membongkar tas ransel korban.

“Di dalam tas korban ada uang Rp300 ribu, HP merk Vivo dan sejumlah surat berharga. Setelah dibongkar, uang sama HP diambil, surat-surat berharga milik korban kembali dimasukkan ke tas, lalu tasnya dibuang. Setelah itu ketiga pelaku berangkat ke rumah si Adi Syahputra, di Dusun IV Desa Bahung Sibatu Kecamatan Sei Dadap. Di situlah si Adi ini ngasih Herman sama Udin Rp100 ribu per orang, HP disuruh si Udin menjualkan,” beber Faisal.

Sementara itu, JA alias Jefri ketika ditanyai wartawan mengaku tidak mengetahui kalau HP yang ditawarkan Udin kepadanya adalah hasil kejahatan.

“Curiga juga aku. Ku tanya kotaknya, tapi kata dia (Udin) hilang. Terus ku bayarkan. Satu juta tujuh ratus (Rp1,7 juta) ku beli bang. Baru kali ini aku beli kayak gini,” kilah Jefri.

Sementara itu, Adi mengatakan bahwa Udin temannya telah lari ke Malaysia.

“Kalau si Herman nggak tahu. Baru sekali bang. Dari HP itu aku ngambil tujuh ratus (ribu), satu jutanya ku kasih orang itu,” katanya sesaat sebelum digiring kembali ke sel Mapolres Asahan.

Kasat Reskrim Polres Asahan, AKP Ricky P Atmaja menambahkan, polisi juga melumpuhkan Adi Syahputra karena melawan.

“Terpaksa kita lumpuhkan, kita berikan tembakan terukur ke betis kaki sebelah kiri, karena coba lari saat pengembangan,” jelas Ricky. (mdc)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY