Simulasi itu akan diterapkan dan Deltras Sidoarjo bakal menjadi korban pertama taktik Rahmad Darmawan.
“Secara keseluruhan tim kami sudah melakukan beberapa simulasi dan siap untuk bermain di pertandingan besok,” jelasnya.
Di sisi lain, pelatih Deltras Sidoarjo, Widodo Cahyono Putro, juga melontarkan pujian kepada Tim Mutiara Hitam. Ia menilai Persipura tampil impresif, terutama saat bermain di kandang sendiri dengan dukungan penuh publik Papua.
“Kami tahu dan paham kalau mereka bermain di sini sangat luar biasa. Anak-anak Papua itu rancak dan agresif, baik saat menyerang maupun bertahan,” ujar Widodo.
Jika merujuk data statistik, Persipura Jayapura memang berada di atas angin. Tim kebanggaan rakyat Papua itu tercatat sebagai salah satu tim dengan pertahanan paling kokoh dan performa paling konsisten sejauh musim berjalan.
Dari 13 pertandingan, gawang Persipura yang dijaga Al Hakim baru kebobolan tujuh gol. Lebih impresif lagi, sejak ditangani Rahmad Darmawan, Persipura hanya sekali kebobolan.
Tak hanya solid di lini belakang, produktivitas gol Persipura juga menunjukkan tren meningkat. Dari kemenangan tipis hingga pesta gol, lini serang Mutiara Hitam kian tajam. Salah satu penampilan terbaik tercipta saat membantai PSIS Semarang dengan skor telak 4-0.
Sementara itu, Deltras Sidoarjo tercatat sudah kebobolan 12 gol hingga pekan ke-13. Namun dari sisi produktivitas, Deltras mampu menyamai torehan gol Persipura, menandakan potensi ancaman serius di lini depan.
Dari catatan hasil, Persipura mengoleksi delapan kemenangan, dua hasil imbang, dan tiga kekalahan. Deltras berada di bawahnya dengan enam kemenangan, tiga imbang, dan empat kekalahan.
Kini, Persipura Jayapura bertahan di peringkat ketiga dengan perolehan 26 poin, terpaut 5 angka dari Deltras di posisi 5 dengan total sementara 21 poin (red)






