Bukan sekadar meminta uang, aksi premanisme pun terjadi. Bobby mengaku menerima banyak laporan bahwa oknum tidak hanya memungut biaya, tetapi juga mengintimidasi dan mengancam pengunjung.
“Sudah banyak masyarakat yang mengeluh. Bahkan ada yang diancam. Saya rasa ini perlu menjadi perhatian serius,” tegasnya.
Yang mengejutkan, Bobby Nasution mengaku pernah merasakan sendiri pahitnya menjadi korban pungli di kawasan tersebut. Saat berlibur bersama keluarga tanpa protokoler, ia dan keluarganya dipungut berkali-kali.
“Saya juga pernah datang ke sana (Sidebuk-debuk) acara tidak resmi, sama anak-anak dan istri saya ke sana. Karena nggak pakai perangkat, nggak pakai apa-apa, ya bayar, bayar juga,” curhat Bobby.
Ia menggambarkan betapa absurdnya praktik ini. Belok kanan pertama bayar, belok kiri pertama bayar, belok kanan kedua bayar, belok kiri masuk ke tempat wisata bayar. Tiap mereka nginjak rem, mereka bayar. Itu baru untuk kendaraannya saja, mereka baru mau berendam, bayar lagi.






