Bobby Nasution Pindahkan Sekolah dari Rawa Buaya ke Lahan Hibah 2 Hektar

oleh

“Kalau hujan, banjir, lantainya tergenang air, atapnya bocor, jadi kami enggak jadi belajar. Terus ikan yang di kolam untuk laboratorium kami pun hilang semua dibawa banjir, ngulang lagi kami pembibitan ikan,” kata Fani.

Bayangkan, sekolah dengan jurusan Agribisnis Perikanan Air Tawar (APAT) kehilangan seluruh ikan bibitnya setiap kali banjir datang.

Bangunan sekolah pun hanya dari papan berdinding dan atap seng tanpa plafon buah swadaya masyarakat yang kemudian diresmikan sebagai SMK Negeri pada 2023.

Dengan 146 siswa dan 22 guru (hanya 1 PNS), kondisi ini jelas tak layak. Kepala SMKN 1 Gido, Julius Lahagu, pun bersyukur:

“Selama ini kami berada di tempat yang tidak layak. Dengan adanya pembangunan ini, kegiatan belajar akan lebih baik demi masa depan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.”