Rico Waas juga menyambut baik penyusunan buku panduan tata cara pengurusan jenazah yang telah dilakukan. Ia menilai buku tersebut dapat menjadi pedoman bagi para bilal mayyit di Kota Medan.
Selain itu, Rico Waas menilai penguatan hingga tingkat kewilayahan juga penting agar masyarakat memiliki sumber daya bilal mayyit yang memahami tata cara pengurusan jenazah sesuai syariat. Pemko Medan juga berencana menyediakan paket fardhu kifayah bagi masyarakat kategori desil 1 dan desil 2 sebagai bentuk kepedulian terhadap warga kurang mampu.
Sementara itu, Ketua Bilal Mayyit Indonesia (BMI) Kota Medan, Amir Husin, menyampaikan apresiasi atas sambutan Pemerintah Kota Medan terhadap organisasi yang dipimpinnya. Ia mengatakan audiensi tersebut juga menjadi sarana untuk memperkenalkan kepengurusan BMI Kota Medan yang telah dilantik pada Agustus lalu.
Menurut Amir, selama ini BMI Kota Medan aktif menggelar pelatihan dan pembinaan bagi generasi muda agar memahami tata cara mengurus jenazah sesuai syariat Islam. Organisasi tersebut juga telah berkirim surat ke Kesbangpol Kota Medan dan berkantor di Jalan Karya, Karang Berombak.
“Kami juga membuat program roadshow ke berbagai kecamatan. Kemarin kami melaksanakannya di Kecamatan Medan Johor dan sambutan masyarakat sangat baik. Mereka berharap kegiatan seperti ini lebih sering digelar,” ujarnya.
Amir menambahkan, saat ini sebagian besar bilal mayyit merupakan kalangan lanjut usia sehingga regenerasi menjadi kebutuhan mendesak. Karena itu, BMI terus mendorong pelatihan bagi pemuda, remaja, hingga guru sekolah agar semakin banyak masyarakat yang memiliki pengetahuan dan keterampilan mengurus jenazah sesuai syariat.(rel)






