“Ini gubernur pertama yang berkantor di Kepulauan Nias. Selama ini hanya kunjungan biasa. Kami mengapresiasi semangat Gubernur membangun daerah tertinggal seperti Kepulauan Nias dan Sipiongot. Ini harus kita akui dan kami akan terus mendukung,” ujarnya.
Senada dengan itu, Defri Noval Pasaribu menilai program berkantor di Nias menjadi cara pemerintah provinsi untuk lebih dekat dengan masyarakat sekaligus memahami langsung persoalan yang dihadapi daerah.
Menurut Defri, kehadiran gubernur di lapangan memungkinkan berbagai persoalan, mulai dari infrastruktur, pendidikan, kesehatan hingga sektor lainnya dapat ditangani lebih cepat melalui pengambilan keputusan secara langsung.
“Ini model baru yang dilakukan gubernur agar lebih dekat dengan masyarakat. Gubernur ingin memangkas ketertinggalan Kepulauan Nias sehingga masyarakat dapat merasakan langsung kehadiran pemerintah provinsi,” kata Defri.
Ia juga menilai kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Sumut dan DPRD Sumut menjadi faktor penting dalam memastikan program pembangunan berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Defri menambahkan DPRD Sumut akan terus mendukung program-program yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, termasuk kebijakan pendidikan gratis bagi siswa SMA dan SMK sederajat dari keluarga kurang mampu yang telah mulai diterapkan di sejumlah daerah.
Menurutnya, program tersebut diharapkan dapat diperluas ke seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Utara seiring membaiknya kondisi keuangan daerah.(rel)






