Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah, Kelanjutan Tol Simpang Panei–Parapat Jadi Fokus Pembahasan Bupati Simalungun dengan Kementerian Pertahanan

oleh

Bupati Simalungun menegaskan bahwa pembangunan Tol Simpang Panei–Parapat bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan menyangkut masa depan konektivitas dan perekonomian masyarakat Simalungun.

“Dengan sekitar 38 kilometer ruas tol berada di wilayah kami, pemerintah daerah berharap proses perencanaan dan tahapan pembangunan dapat terus berlanjut hingga terealisasi,” ujar Bupati.

Selain mendukung akses menuju kawasan strategis Danau Toba, Bupati ruas tol ini diharapkan membuka peluang investasi, memperlancar distribusi barang dan jasa, menciptakan aktivitas ekonomi baru, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam pembahasan tersebut, Pemkab Simalungun juga menyampaikan gagasan strategis agar sebagian desain infrastruktur jalan tol dipertimbangkan untuk dapat berfungsi sebagai landasan darurat pesawat tempur.

Lokasi yang direncanakan berada sekitar 3 kilometer dari pintu Tol Simpang Panei. Konsep ini diusulkan agar diintegrasikan sejak tahap perencanaan dan penyusunan desain dasar, sehingga aspek pertahanan dapat menyatu dengan pembangunan infrastruktur sipil secara optimal.

Pihak Kementerian Pertahanan menyambut positif usulan tersebut. Integrasi fungsi pertahanan sejak awal perencanaan dinilai dapat memberikan manfaat strategis sekaligus menghindari kebutuhan penyesuaian konstruksi besar-besaran di masa mendatang. Dengan demikian, infrastruktur tersebut tidak hanya berfungsi sebagai sarana konektivitas ekonomi, tetapi juga memperkuat ketahanan wilayah secara nasional.(rel)