“Saya belajar banyak dari insight Jakarta Smart City yang menjadi salah satu branding utama DKI Jakarta dalam mengintegrasikan data, teknologi, dan pelayanan publik. Di sini kita melihat bahwa digitalisasi dapat menjadi instrumen untuk meningkatkan efektivitas pelayanan sekaligus memperkuat keterhubungan antara pemerintah, masyarakat, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan,” ujar Reza Prima Kurniawan, salah satu peserta PKA Angkatan I Kelompok IV Tahun 2026 Provinsi Sumut.
Pembelajaran tersebut menegaskan bahwa transformasi digital membutuhkan koordinasi lintas sektor yang kuat, indikator kinerja yang terukur, serta pengelolaan sistem yang berkelanjutan. Teknologi yang dibangun pemerintah tidak cukup hanya berfungsi secara teknis, tetapi harus mampu menghasilkan manfaat yang nyata, konsisten, dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Studi lapangan ini menjadi kesempatan bagi peserta PKA untuk melihat secara langsung praktik transformasi digital di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Peserta juga dapat mengidentifikasi berbagai praktik yang relevan untuk diadaptasi sesuai kebutuhan dan karakteristik daerah masing-masing.
Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh perspektif bahwa pemerintahan digital bukan sekadar tentang seberapa canggih teknologi yang digunakan. Lebih dari itu, teknologi harus mampu diintegrasikan ke dalam tata kelola pemerintahan untuk menghadirkan pelayanan publik yang adaptif, aman, responsif, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Studi lapangan yang difasilitasi dalam rangkaian PKA ini diharapkan menjadi bekal bagi peserta dalam merancang dan mengimplementasikan inovasi di unit kerja masing-masing. Dengan demikian, hasil pembelajaran tidak berhenti pada studi lapangan, tetapi dapat diterjemahkan menjadi aksi perubahan yang memberikan nilai tambah serta mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik di Provinsi Sumut. (rel






