“Saya berharap gedung yang telah diresmikan ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dan terus berkembang sehingga memberikan manfaat nyata, luas, dan berkelanjutan bagi masyarakat,” ujarnya.
Sugiat Santoso juga menyoroti tema kegiatan tahun ini, yaitu “Mempertajam Rohani, Menumbuhkan Empati Kemanusiaan”, sebagai upaya bersama meneguhkan keimanan, meningkatkan kepedulian terhadap sesama, serta mempererat persatuan dan kesatuan bangsa.
Ia mengingatkan bahwa berbagai ujian yang dihadapi bangsa, baik bencana alam maupun tantangan lainnya, menjadi pengingat untuk senantiasa memperkuat keimanan dan kepedulian sosial yang berlandaskan semangat persatuan.
Sementara itu, Tuan Guru Batak Syekh Dr. Ahmad Sabban elRahmaniy Rajagukguk, MA, menyampaikan terima kasih yang tulus kepada seluruh undangan dan masyarakat yang telah hadir mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia bercerita tentang perjalanan panjang Pondok Persulukan Serambi Babussalam yang bermula dari tempat sederhana, kemudian terus berkembang dan menjadi tempat yang dikunjungi berbagai kalangan, mulai dari tokoh agama, pejabat pemerintahan, unsur TNI-Polri, hingga tokoh masyarakat dari berbagai daerah.
Tuan Guru Batak berharap keberadaan persulukan, masjid, dan kini Rumah Peradaban Tahfiz Qur’an dapat terus memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat, sekaligus menjadi pusat penguatan kehidupan keagamaan dan kerukunan antarumat beragama di wilayah Simalungun dan sekitarnya.
“Mari kita terus saling menghormati, menjaga persaudaraan, dan memelihara keharmonisan di tengah keberagaman bangsa Indonesia yang menjadi kekuatan kita bersama,” ajaknya.
Acara tersebut antara lain dihadiri oleh Wakil Walikota Pematangsiantar, Herlina, jajaran Forkopimda Kabupaten Simalungun dan Kota Pematangsiantar, Anggota DPRD Sumatera Utara dan Kabupaten Simalungun, jajaran Pemkab Simalungun, Camat se-wilayah terkait, serta para tokoh agama, tokoh masyarakat dan tamu undangan lainnya.
Melalui peringatan Haul ke-17 Tuan Guru Batak Syekh Abdurrahman Rajagukguk QS dan peresmian Rumah Peradaban Tahfiz Qur’an Haji Dr. Sugiat Santoso, diharapkan sinergi antara ulama, pemerintah, dan masyarakat semakin kuat dalam membangun generasi Qur’ani yang berakhlak mulia, memperkokoh persatuan, serta mewujudkan kehidupan masyarakat yang religius, harmonis, dan sejahtera.(rel)






