Jamu PSIS Semarang, PSMS Medan Andalkan Tuah Kandang dan Dukungan Suporter

oleh

Optimisme juga disampaikan pemain PSMS, Ikhsan Chan. Ia memastikan para pemain siap menghadapi pertandingan penting tersebut dan tidak ingin menjadikan posisi PSIS di klasemen sebagai tolok ukur kekuatan lawan.

“Para pemain sudah siap menyambut pertandingan besok. Walaupun PSIS berada di bawah PSMS, kami tidak boleh meremehkan mereka karena menurut saya PSIS juga tim yang kuat,” kata Ikhsan.

Ia mengaku bersyukur mendapat kesempatan untuk tampil dan berharap dapat memberikan kontribusi maksimal bagi Ayam Kinantan.

“Persiapan berjalan normal. Saya bersyukur mendapat kesempatan ini. Saya berharap bisa bermain maksimal besok dan mencetak gol juga,” ujarnya.

Sekadar informasi, catatan lima pertemuan terakhir kedua tim menunjukkan PSIS memiliki keunggulan tipis dengan tiga kemenangan, sedangkan PSMS meraih dua kemenangan. Seluruh pertandingan tersebut berlangsung pada 2017–2018, ketika kedua klub berkompetisi di Liga 2 dan Liga 1.

Berikut hasil lima pertemuan terakhir berdasarkan catatan pertandingan yang dipublikasikan Tirto:

12 September 2018: PSMS Medan 2-3 PSIS Semarang

15 April 2018: PSIS Semarang 4-1 PSMS Medan

25 November 2017: PSMS Medan 2-0 PSIS Semarang

7 Oktober 2017: PSMS Medan 3-1 PSIS Semarang

21 September 2017: PSIS Semarang 2-0 PSMS Medan.

Rekor tersebut menjadi catatan historis, bukan jaminan hasil pertandingan kali ini. PSMS dan PSIS kini menghadapi situasi serta komposisi tim yang berbeda.

Dengan selisih hanya satu poin di klasemen, pertandingan Minggu malam diperkirakan berlangsung ketat. PSMS memiliki keuntungan bermain di hadapan pendukung sendiri, tetapi tuntutan untuk segera kembali menang membuat konsistensi permainan menjadi kunci.(rel)