Lapas Lubuk Pakam Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Warga Binaan Diharapkan Jadi Orang Sukses

DELISERDANG (medanbicara.com) – Dihadiri Kepala Divisi Pemasyarakatan Kementrian Hukum dan Ham Kantor Wilayah Sumut, Jahari Sitepu, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Lubuk Pakam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Sabtu (16/11/2019). Warga binaan yang menghuni Lapas Kelas II B itupun diharapkan menjadi sukses setelah keluar dari dalam Lapas.

Peringatan yang mengambil Thema Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW Sebagai Umat Beragama berjalan dengan penuh kekeluargaan. Ustadz Miftahul Chair S, HI, MA dalam ceramahnya menyebutkan, agar seluruh yang hadir pada saat itu menjaga diri dan keluarga dari dosa. Tetap menyampaikan kebenaran dengan lembut. Tidak boleh menyampaikan bercaci maki meskipun orang lain berbuat nista.

“Orang jahat bukan karena dia lahir jahat, tapi orang jahat lahir karena salah mengartikan pengajian. Aksi radikalis bukan ajaran Islam. Jihad ngebom, jihad menghancurkan orang-orang tak sepaham, itu bukan jihad tapi jahat. Kalau jihad di jalan Allah SWT, bukan di Jalan Thamrin yang merupakan salah satu lokasi bom bunuh diri beberapa waktu lalu,” sebut Ustad.

Lanjutnya, manusia saat lahir yang keluar kepala duluan yang artinya manusia tunduk kepada Allah SWT.

“Kita harus taat beribadah kepada Allah SWT. Kalau ada yang rajin salat tapi masih bandal juga berarti pelaksanaan salatnya tidak bagus. Jadi ustadz itu berdakwalah dengan ikhlas jangan manja. Ada mantan napi yang pernah jadi Presiden seperti Fidel Castro, Nelson Mandela. Banyak mantan napi yang jadi ustadz setelah bebas seperti Anton Medan,” ujarnya.

Jadi Jangan berkecil hati meskipun saat ini ada dalam lapas. Semua yang hadir disini, dididik untuk melawan radikalisme, cintai tanah air dan bangsa. Ketika Nabi Muhammad SAW lahir sudah disunat dan langsung bisa bicara dengan kalimat umat ku…umat ku..

“Cara merubah agar menjadi insan yang berguna selalu mengucapkan aku orang yang baik disetiap waktu. Mudah-mudahan setelah keluar dari sini kita bisa jadi orang yang sukses. Mari sama-sama merasakan Allah SWT dalam keluarga kita. Berikan nafkah batin dan doa-doa dalam keluarga kita. Libatkan Allah SWT dalam kehidupan kita agar kita terlindungi,” pungkasnya.

Selama menyampaikan ceramah, ustad mendapat applaus dari para warga binaan karena saat menyampaikan ceramah diselingi humor yang mengundang tawa dan tepuk tangan yang hadir pada saat itu sehingga suasana menjadi hidup.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kemenhumham Kanwil Sumut, Jahari Sitepu, menyebutkan dengan memperingati maulid Nabi Muhammad SAW, diharapkan warga binaan supaya meniru dan meneladani Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan masing-masing. Biarlah para warga binaan hari ini menjadi hari terakhir kali masuk penjara.

“Kalau kasus narkoba yang barang buktinya kecil ada baiknya direhabilitasi karena saat ini warga binaan sudah over kapasitas. Saat ini jumlah warga binaan 1.316 orang sedangkan kapasitasnya 350 orang,” ujarnya. (man)

Mungkin Anda juga menyukai