PDP Covid-19 di Asahan Lemas di Warung, Tertular Dari Pasien Meninggal, 1 Tertular dari Ayahnya

ilustrasi

ASAHAN (medanbicara.com)-Jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kabupaten Asahan kembali bertambah 2 orang, yang pertama bernama RD (49), warga Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kota Kisaran Barat, setelah lakukan pemeriksaan pasien tersebut memenuhi semua gejala yang mengarah ke Covid-19.

“RD ternyata ada kontak fisik dengan almarhum SBB (anggota DPRD Sumut yang positif Covid-19 dan telah meninggal dunia). Dan seorang lagi perempuan, bernama MPS (24), warga Kecamatan Simpang Empat, Asahan, Sumatera Utara, merupakan anak ES (anggota DPRD Sumatera Utara) yang beberapa hari lalu berdasarkan hasil Swab dinyatakan positif Covid-19. Dan menurut rencana hari ini juga keduanya akan dirujuk ke Rumah Sakit Martha Friska Medan,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Asahan, Rahmat Hidayat Siregar.

Diungkapkan Rahmat, untuk pasien pertama, RD, sebelumnya memeriksakan kesehatannya karena menderita demam, batuk, dan sesak nafas dan saat dilakukan Rapid Tes di Puskesmas Sidodadi, pasien tersebut hasilnya negatif. Namun, ketika dalam perjalanan kembali menuju rumah kondisi kesehatannya menurun dan sipasien pun beristirahat di sebuah warung di pinggir Jalan Lintas Sumatera (kawasan Kelurahan Sidomukti).

Melihat kondisi pasien yang semakin lemah, warga disekitar berinisiatif melaporkan hal tersebut ke Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Asahan.

“Karena pasien tersebut terlihat memiliki gejala yang mengarah pada Covid-19, sehingga menimbulkan ketakutan dalam diri masyarakat untuk lakukan kontak fisik dengan pasien tersebut, ” kata Rahmat, Kamis (16/4/2020).

Kabar tentang RD yang ada di sebuah warung dalam kondisi lemah tersebut, kata Rahmat, juga sampai ke Sekda Kabupaten Asahan, Taufik ZA, dan Sekdapun langsung menutup rapat yang saat sedang dipimpinnya begitu mendapat kabar tersebut untuk segera bergegas pergi ke lokasi.

Dikarenakan belum ada mobil ambulans yang menjemput pasien dikarenakan supir ambulans yang ada di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Asahan tidak masuk kerja, dengan menggunakan pakaian APD (Alat Pelindung Diri) lengkap, Sekda berinisiatif membawa langsung mobil ambulans untuk membawa si pasien ke Rumah Sakit.

“Namun setelah kembali ke lokasi, ternyata pasien tersebut telah dibawa dengan mobil ambulans lainnya menuju ke RSUD HAMS (Rumah Sakit Umum Daerah Haji Abdulmanan Simatupang), Kisaran dan Sekdapun bergegas untuk melihat kondisi kesehatan pasien tersebut,” beber Rahmat.

Selanjutnya untuk mengantisipasi kemungkinan penyebaran Covid-19, Sekda Asahan menginstruksikan untuk lakukan penyemprotan disinfektan oleh Tim dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Asahan.

Dan saat ini Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Asahan masih melakukan pendataan kepada keluarga pasien dan masyarakat yang melakukan kontak fisik kepada dua pasien tersebut, untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan.

“Sesuai imbauan Bupati Asahan selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Asahan, kami minta masyarakat untuk mengikuti semua imbauan Pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19, tetap di rumah untuk keluarga dan Indonesia, biar kami di luar untuk anda dan Indonesia,” pungkas Rahmat.

Untuk data terakhir Covid-19 di Kabupatej Asahan, ODP sebanyak 67 orang, kemudian OTG (Orang Tanpa Gejala) 65 orang, PDP menjadi 4 orang, positif Covid-19 sebanyak 3 orang dengan korban meninggal 1 orang. (ter)

Mungkin Anda juga menyukai