Tradisi Bangunkan Warga Sahur, Pemuda Piasa Ulu Gunakan Pakaian Badut

ASAHAN (medanbicara.com)-Tradisi membangunkan warga untuk sahur di bulan Ramadhan kerap dilakukan para pemuda dengan arak-arakan keliling pemukiman, dengan membawa alat musik seadanya yang bisa digunakan sebagai genderang.

Meskipun sekarang lebih banyak yang hanya melalui pengeras suara di Masjid atau Musala mengingatkan warga untuk bangun sahur. Apalagi saat ini lagi pandemi virus corona.

Namun cara yang dilakukan oleh para pemuda di Desa Piasa Ulu , Kecamatan Tinggi Raja, Kabupaten Asahan, membangunkan warga terbilang kreatif. Bahkan, cara mereka membangunkan sahur kerap ditunggu-tunggu warga.

Menjadi daya tarik tersendiri bagi pemuda Piasa Ulu untuk membangunkan warga sahur. Mereka dengan kompaknya menggunakan tiga sepeda motor dengan membawa dua alat musik  loudspeaker Bluetooth sambil mendengarkan musik disko remik dengan menyanyikan lagu khas Saluan, salah satunya berjudul Sahur…Sahur. Sahur… Sahuuuuuur berulang ulang.

Om Danu Irwansyah saat d konfirmasi via WhatsApp, Rabu (20’04/2022) sekitar pukul 02.30 Wib mengatakan, dia sebagai pemuda Piasa Ulu mengajak teman temannya Febry, Yogi, Arif dan Arya  membangunkan sahur di bulan puasa.

“Biar lebih unik lagi kami menggunakan atau memakai kostum badut dan kami membangunkan sahur keliling di dua dusun yaitu Dusun Blok 5 Atas dan Dusun Blok 5 Bawah di Desa Piasa Ulu Dusun 6 Gunung Sari Atas.

Om Danu, salah seorang pemuda Desa Piasa Ulu  mengatakan lagi kegiatan membangunkan sahur semacam ini baru saja dilakukan dan Insya Allah mungkin setiap bulan Ramadhan akan dilakukan sahur kelililing untuk membangunkan warga.

“Kami mulai berkeliling mulai pukul 02.30 Wib sampai selesai sekitar pukul 04.10 Wib.  Setelah berkeliling kampung kami langsung pulang ke rumah masing-masing untuk sahur selajutnya salat berjamaah di masjid,” katanya. (Vin)

Mungkin Anda juga menyukai