Makjang di Tanjungbalai! Tak Ikut Seleksi, Eh Lulus Dapat Bantuan UMKM, Uang Pelatihan Juga Diduga Disunat

Tanjungbalai (medanbicara.com)-Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Tanjungbalai menggelar seleksi interview tanya jawab dan perlengkapan berkas untuk mendapatkan bantuan UMKM/BPUM, yang terkena dampak Covid19, di Aula Resto Raja Bahagia Tanjungbalai, Senin (23/11/2020) lalu.

Anehnya, dari hasil seleksi interview tersebut ada 4 orang yang dinyatakan lulus seleksi tanpa melengkapi berkas, dan juga tanpa mengikuti tes ujian seleksi.

Seorang peserta yang ikut mendaftar dengan tahapan melalui ujian dan interview mengaku kecewa, karena peserta yang seharusnya penerima bantuan kewirausahaan produktif stimulus ekonomi ketenagakerjaan, dan dunia usaha program peningkatan kesempatan kerja tidak lulus, sementara 4 peserta yang tiba-tiba hadir tanpa ikut seleksi interview dan seleksi pemberkasan sama sekali dinyatakan lulus.

“Saya heran terhadap 4 orang yang kita ketahui pada saat saya menghadiri proses ujian dan interview tidak hadir, atau tidak ada di lokasi bisa lulus,” jelas Ilham kepada wartawan, Jumat (25/12/20).

“Kenapa ya ada 4 orang tambahan itu yang tiba tiba mengikuti pelatihan tanpa mengikuti proses ujian dan interview bisa lulus, Ini menimbulkan tanda tanya besar bagi saya,” ucapnya.

Menurutnya, peserta yang terdaftar tanggal 23 November 2020 yang lalu sebanyak 21 orang, yang sesuai dengan absensi yang ikut ujian dan interview. Namun, tiba-tiba ada tambahan 4 peserta lagi.

“Apa ini titipan atau permainan orang dinas terkait bahkan ketika dikroscek berdasarkan daftar nama ada 2 orang kakak dan adik kandung keluarga atau anak dari oknum Kabid Dinas Tenaga Kerja Kota Tanjungbalai,” jelas Ilham.

Seorang peserta yang tidak ingin disebutkan namanya di lokasi seleksi mengatakan Selasa (22/12/20), kegiatan pelatihan berlangsung selama lima hari dilaksanakan di Jalan Alteri, Kelurahan Sirantau Datuk Bandar, Kota Tanjungbalai bertempat di Aula Resto Raja Bahagia.

“Kami kemarin bang janji saat interview ada dapat uang makan dan uang minyak atau transportasi sebesar Rp200.000 bang, tapi saat kami mengikuti pelatihan ini malah dikurangi sebesar Rp50.000. Jadi yang kami terima saat ini hanya Rp150.000,” ungkap salah satu peserta yang sedang ikuti pelatihan kepada wartawan singkat.

Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Tanjungbalai, Irvan yang dihubungi melalui via Whatshap mengatakan, akan melakukan pengecekan.

“Saya akan beri sanksi tegas kepada anggota apabila anggota saya melakukan tindak kecurangan pelaksanaan tersebut. Akan kita akan proses,” tegasnya singkat. (Dev)

Mungkin Anda juga menyukai