Tersangka dan barang bukti sabu yang dikemas dalam teh China. (pjs)

MEDAN (medanbicara.com)-Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia (RI) berhasil mengungkap penyelundupan narkotika jaringan Medan-Aceh-Malaysia.
Satu dari dua orang tersangka terpaksa ditembak mati karena melawan petugas.

Deputi Bidang Pemberantasan BNN RI, Irjen Arman Depari mengungkapkan, kedua jaringan narkoba yang diketahui bernama Raju dan Fatah diungkap dari hasil operasi pada April dan Mei 2018 di wilayah Medan.

Penangkapan dilakukan di Jalan Medan-Binjai karena adanya informasi transaksi narkoba di lokasi tersebut.

“Ketika transaksi di lokasi, kita berhasil menangkap dua tersangka yakni Raju dan Fatah. Namun, pada saat pengembangan, Fatah mencoba melawan petugas sehingga terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan. Saat dibawa ke rumah sakit, ternyata yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia,” ungkap Arman dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (21/5/2018).

Arman menyebutkan, dalam penangkapan ini disita barang bukti sabu seberat 30 kg. “Sabu yang disita dalam kemasan teh China sebanyak 30 bungkus,” bebernya.

Lebih jauh Arman mengatakan, pihaknya kembali menggagalkan transaksi narkoba. Kalo ini jaringan Malaysia-Dumai di Pekanbaru. Ada empat tersangka ditangkap, yakni Iwan, Arianto, Wina, dan Michel.

“Barang bukti narkoba sabu 7,5 kg dan 9.900 butir pil ekstasi,” sebutnya.

Ia menuturkan jaringan Malaysia-Dumai ini dikendalikan oleh narapidana Lapas Tembilahan atas nama Iwan.

“Secara keseluruhan, total barang bukti yang disita dari dua pengungkapan kasus itu antara lajn sabu seberat 37,5 kg dan 9.900 butir pil ekstasi,” imbuhnya. (pjs)

TIDAK ADA KOMENTAR