Karyawan mini market Misna (20). (ant)
Loading...

MEDAN (medanbicara.com)-Dua karyawati Alfamart di Jalan Kapten Batu Sihombing, Laut Dendang, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang ternyata mendapat perlakuan tidak senonoh dari kawanan perampok. Keduanya diseret ke kamar mandi minimarket dan dipaksa membuka baju alias telanjang mereka. Alamak..!

Berdasarkan keterangan salah satu korban bernama Misna (20), Senin (2/9/2019), peristiwa itu berawal saat ia dan rekannya sedang bekerja seperti biasanya.

Tiba-tiba, datang dua orang tidak dikenal menggunakan sepeda motor Honda Spacy berwarna hitam dan parkir di depan minimarket.

Misna (20) mengaku saat perampokan berlangsung begitu mencekam.

“Kejadiannya pagi, saat itu hanya saya dan karyawati lainnya, kami kira kedua pelaku customer biasa, rupanya mereka menodong kami pakai pisau,” takut korban.

Korban yang panik mencoba melawan. Namun kedua pelaku langsung menyeret korban ke kamar mandi.

Di sana salah seorang pelaku menodongkan pisau dan memaksa kedua korban untuk melucuti pakaian mereka. Sementara, pelaku lainnya pergi ke kasir dan mengambil uang tunai kurang lebih Rp18 juta.

Setelah berhasil mengambil uang, kedua pelaku kembali menyeret korban dan membawanya ke sebuah ruangan yang terletak di bagian belakang minimarket.

“Kemudian kami disekap di kamar mandi, pakaian kami disuruh buka, kami buka, tapi kami tidak ada dilecehkan,” katanya.

Setelah mengunci kedua korban, pelaku kemudian pergi melarikan diri membawa uang Rp17 juta di kasir, sementara kedua korban berteriak meminta bantuan.

“Enggak berapa lama ada orang datang dan menolong kami dan melaporkan kejadian ini ke polisi,” ujarnya.

Sekadar diketahui, Tim Pegasus Sat Reskrim Polrestabes Medan membekuk kawanan perampok sadis di Alfamart kawasan Lau Dendang tepatnya di Jalan Kapten Batu Sihombing Desa Medan Estate Kecamatan Percut Sei Tuan, Senin (2/9/2019).

Dalam aksinya kedua tersangka yakni Riky Maulana Lubis (26) dan Dodi Yolanda Lubis (40) menyekap 2 karyawati minimarket di dalam kamar mandi dan menggasak uang tunai sekitar Rp17 Juta dari kasir, 2 unit handphone dan dompet.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang menjelaskan aksi perampokan ini terjadi Minggu (27/4/2019) silam. Pihaknya yang melakukan penyelidikan kemudian mengidentifikasi para pelakunya lewat rekaman CCTV.

“Kita amankan terlebih dahulu terhadap saudara Dodi,” ujarnya didampingi Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira di Rumah Sakit Bhayangkara Jalan KH Wahid Hasyim Medan.

Dadang mengatakan usai membekuk Dodi warga Jalan Pasar 8 Helvetia/Marelan, pihaknya lalu melakukan pengembangan lebih lanjut. Alhasil, pelaku Riki dibekuk polisi.

Namun pelaku atas nama Riki warga Jalan Sei Bahorok Medan meregang nyawa setelah timah panas polisi menerjang tubuhnya. Sedangkan, pelaku Dodi berhasil bertahan setelah kedua kakinya ditembak polisi karena melawan saat dilakukan pengembangan.

“Dari pemeriksaan tersangka Riki merupakan residivis kasus perampokan Indomaret di Marelan pada tahun 2014 dan begal di Sunggal tahun 2016,” ujarnya.

Masih dikatakan, selain kedua perampok polisi juga turut menangkap Robet Manurung (35) yang menerima uang hasil rampokan sebesar Rp200 Ribu.

“Uang hasil rampokan (Rp17 Juta) mereka bagi tiga, paling sedikit Robet menerima Rp200 Ribu, dan dipakai untuk narkoba jenis sabu-sabu,” tandasnya. (eza/ail)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY