Gedung DPRD Medan/net

MEDAN (medanbicara.com)-Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Medan kecewa atas sikap pengurus Persatuan Pedagang Pasar Tradisional Marelan (P3TM) yang tidak menggubris DPRD Medan saat diundang Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi C DPRD Medan pada Senin (5/3) lalu.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Komisi C DPRD Medan Hendra DS, kemarin. Dia menilai pengurus P3TM terkesan tidak memiliki niat untuk menyatukan pedagang di pasar itu.

“Sudah dua kali mereka (P3TM) kita undang, tapi mereka tidak hadir. Ini menunjukkan kalau mereka tidak mempunyai niat baik untuk menyatukan pedagang,” kata Hendra DS.

Seperti diketahui, Komisi C DPRD Medan mengagendakan kembali Rapat Dengar Pendapat (RDP), Senin (5/3). RDP digelar untuk membahas rencana pemindahan pedagang ke Pasar Marelan yang sudah selesai dibangun. Proses pemindahan itu memunculkan masalah dan diprotes banyak pedagang.

Sedangman RDP pertama yang digelar pekan lalu, batal dilaksanakan, karena pihak paling berkompeten, yakni PD. Pasar dan P3TM tidak hadir. Namun, pada pelaksanaan RDP ke dua, hari Senin, hanya PD Pasar yang hadir, sementara P3TM tidak hadir.

“Kita kecewa, P3TM tidak punya niat untuk menyatukan pedagang. Mungkin mereka merasa kuat,” pungkasnya.

Senada, Wakil Ketua Komisi C, Mulia Asri Rambe secara tegas tidak akan meneruskan RDP terkait kisruh pasar Marelan. Sampai ada pernyataan dari P3TM untuk dapat menghadiri RDP dengan Komisi C.

“RDP ini tidak akan dilanjutkan sampai batas waktu tidak ditentukan hingga ada pernyataan dari P3TM untuk hadir kemari (DPRD-red), ” tegasnya. (eko fitri)

 

TIDAK ADA KOMENTAR