Pemain PSMS berusaha melewati pemain Perserang. (trb)
Loading...

MEDAN (medanbicara.com)- PSMS Medan berhasil menyelesaikan laga kandang kedua saat bersua Perserang Serang dengan meraih poin penuh. Tim Ayam Kinantan meraih kemenangan setelah menekuk Perserang dengan skor 3-2, dalam lanjutan Liga 2 di Stadion Teladan, Sabtu (6/7/2019).

Tiga gol PSMS dicetak oleh Eki Fauzi (Dua gol) dan Ilham Fathoni, sedangkan dua gol Perserang diborong oleh Hari Habrian.

Dalam pertandingan di Stadion Teladan menghadapi Perserang, Sabtu (6/7/2019), PSMS sempat tertinggal 0-1 di babak pertama. Tapi, tim asuhan Abdul Rahman Gurning itu bangkit dan membalikkan skor menjadi 3-2.

Gawang tuan rumah dijebol Hari Habrian di menit keenam. Hingga turun minum skor tidak berubah untuk keunggulan tim tamu.

Di babak kedua, PSMS, yang tertinggal tak mau kehilangan poin di laga kandang, langsung membalas. Di menit ke-46, PSMS mencetak gol melalui Eki Fauji.

Satu gol itu membuat PSMS makin panas. Gol kedua tercipta pada menit ke-54 oleh pemain bernomor punggung 97, Ilham Fathoni. Skor menjadi 2-1 untuk keunggulan PSMS Medan.

Keunggulan PSMS kembali bertambah setelah pertandingan berjalan 2 menit. Gol ketiga dicetak oleh Eki di menit ke 56. Tim tamu berhasil memperkecil lewat gol kedua Hari di menit ke k-67.

Wasit memberikan waktu tambahan selama 3 menit. Namun kedua tim tidak ada yang menambah gol. Kemenangan ini, merupakan yang pertama kali dalam laga kandang PSMS Medan di Liga 2.

Pelatih PSMS, Abdul Rahman Gurning, bersyukur dengan kemenangan anak asuhannya. Dia pun memberikan apresiasi atas perjuangan para pemainnya.

“Kami bersyukur ya dengan kemenangan ini. Meski kecolongan di babak pertama kita bisa menang. Kita apresiasi kepada pemain yang sudah berjuang mati-matian,” katanya.

“Sesuai janji kita tadi malam. Kita bisa menang,” dia menambahkan.

Sementara itu, pelatih, Jaya Hartono, mengungkapkan gol-gol balasan yang tercipta dengan sangat cepat membuat anak asuhannya kehilangan percaya diri.

“Sebenarnya pertandingan ini sangat menarik tadi. Terutama babak pertama saya melihat kedua tim sama saling menyerang. Yang kedua kami dikejutkan dengan gol yang begitu cepat. Sehingga pemain sedikit down dan tidak percaya diri lagi,” dia membeberkan.

“Justru baru di akhir lima belas menit terakhir baru bangkit lagi. Pas bangkit, namun waktu sudah tidak memungkinkan untuk mengejar gol lagi,” ujar Jaya. (trb/dtc)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY