Korban di rumah sakit. (ist)
Loading...

TAPSEL (medanbicara.com)– Tiga kali gagal perkosa anak tirinya, Martua Siregar (36), habis kesabaran. Ia membawa putrinya, S Boru H (12), ke kebun salak, lalu dibantai hingga terkapar berdarah-darah.

Informasi yang dihimpun wartawan, Rabu (12/12/2018), motif percobaan pembunuhan ini terungkap setelah penyidik Polres Tapsel melakukan pemeriksaan mendalam terhadap pelaku.

Peristiwa ini terjadi di sebuah kebun salak di Kecamatan Angkola Barat, Kapupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara (Sumut), Minggu lalu (9/12/2018).

Kepada penyidik, pelaku mengakui perbuatannya. Ia mengaku kesal karena rayuan dan ajakannya kepada korban yang masih duduk di bangku kelas 6 SD itu, ditolak mentah-mentah. Bahkan, korban melakukan perlawanan.

“Dari pengakuan tersangka MS (Martua Siregar, Red), penganiayaan yang dilakukannya terhadap korban di kebun salak itu berawal dari adanya niat tersangka untuk mencabuli korban,” kata Kapolres Tapsel, AKBP Irwa Zaini Adib melalui Kasat Reskrim AKP Ismawansa kepada wartawan.

Kejadian berawal saat pelaku mengantar korban yang juga anak tirinya ke rumah neneknya yang rumahnya agak berjauhan dengan mengendarai sepeda motor. Pelaku beralasan, ia mengantar korban sekalian pergi ke kebun.

Di tengah jalan, pelaku malah membelokkan sepeda motornya ke kebun salak milik warga. Setelah memarkirkan sepeda motornya, korban mulai merayu korban. Tanpa sungkan, ia malah meraba bagian tubuhnya putri tirinya tersebut.

Pelaku kemudian merayu korban agar mau melayani nafsu bejatnya. Namun korban menolak. Ia melawan, meronta dan menjerit. Perlawanan korban membuat pelaku emosi dan langsung memukulinya.

Dipukuli ayahnya, korban semakin menjerit. Pelaku makin kalap. Ia mencabut parang yang ada di pinggangnya, lalu membacoki tubuh anak tirinya. Remaja 12 tahun itu terkapar bersimbah darah dengan luka yang parah. Bahkan, tangannya nyaris putus.

Saat diwawancarai wartawan, pelaku mengaku tergoda dengan tubuh putri tirinya. Bahkan, dalam setahun terakhir, pelaku mengaku sudah 3 kali mencoba menodai korban dengan cara merayu sambil meraba-raba bagian tubuh korban.

“Iya bang, saat mau mengantarkannya ke rumah neneknya, muncul niat saya untuk mencabulinya sehingga saya belokkan motor saya ke kebun salak itu. Saat saya rayu sambil raba, dia melawan dan berteriak sehingga saya naik pitam dan gelap mata menganiaya dia,” akunya.

Hingga saat ini, korban masih kritis dan dirawat di RS TNI AD Losung Batu, Padang Sidimpuan. Korban masih belum bisa dimintai keterangan. (msc/mdc)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY