“Insya Allah akan saya sampaikan langsung dengan Plt Kepala Dishub Kota Medan, Suriono. Insya Allah apa yang dikeluhkan warga bisa terealisasikan semuanya di tahun ini,” ucapnya.
Sementara itu, Lurah Sei Kera Hilir II Ashadi Nuruddin mengaku jika dana kelurahan hanya bisa mengerjai satu atau dua pekerjaan fisik saja.
“Kita tidak mau di belakang hari jadi temuan. Sebab, dana kelurahan yang ada hanya Rp 200 juta merupakan dana negara. Jadi, kita tidak boleh asal-asalan mengerjai pengerjaan yang belum steril, baik kondisi drainase maupun pipa air minum. Jika itu sudah steril, baru bisa dikerjai,” terangnya. (rel)






