Selain membahas peran insan pers, Wali Kota juga menyinggung Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 terkait efisiensi anggaran. Ia menjelaskan bahwa kondisi keuangan Pemko saat ini mengalami defisit sebesar Rp25 miliar, yang merupakan beban dari pemerintahan sebelumnya. Oleh karena itu, Pemko berupaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), termasuk melalui optimalisasi Tirta Kualo Tanjungbalai.
Berbagai persoalan yang sedang dihadapi Kota Tanjungbalai juga disampaikan, antara lain:
- Permasalahan ketersediaan air bersih
- Pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan
- Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan penyelesaian hutang Rp11 miliar
- Hutang kepada pihak ketiga
- Pengelolaan tenaga honorer sebanyak 640 orang yang terancam dirumahkan
- Efisiensi anggaran dengan perampingan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sesuai Inpres No. 1 Tahun 2025
- Kelanjutan program Pematangtim
- Upaya peningkatan gaji bagi bilal mayit, guru mengaji, dan tenaga keagamaan lainnya hingga Rp1 juta
Wali Kota menegaskan bahwa Pemko mengharapkan insan pers tidak hanya berfungsi sebagai kontrol sosial, tetapi juga sebagai mitra yang mendukung penyebarluasan informasi dan pembangunan daerah. Ia berharap insan pers dapat bekerja sama dalam menyukseskan program Pemko, terutama dalam menjaga kebersihan lingkungan, ketertiban, dan keamanan masyarakat.
“Saya berharap semangat rekan-rekan dalam mempublikasikan kegiatan Pemko terus ditingkatkan. Jumlah berita yang disajikan hendaknya sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, Wali Kota menyampaikan ucapan selamat menjalankan ibadah puasa dan menyambut Hari Raya Idulfitri bagi umat Muslim yang merayakan. “Semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT,” pungkasnya.
Turut hadir dalam pertemuan ini Asisten Administrasi dan Umum Walman Riadi P. Girsang, Plh. Kadis Kominfo Heri Antoni, serta para insan pers se-Kota Tanjungbalai.(vin)






