Karena merasa tidak ada melakukan pengutipan terhadap murid ataupun orangtua murid, maka Muhammad Saleh SPd menjumpai ketiga oknum wartawan itu di salah satu warung di Desa Beringin Kecamatan Beringin dan menjelaskan tidak ada pengutipan dan itu adalah fitnah. “Saya sudah bilang sama DM kalau tidak percaya, silahkan jumpai orangtua murid apakah ada pengutipan atau tidak, tapi DM tidak mau,” sebut Muhammad Saleh SPd.
Soal berita yang sudah diterbitkan itu, Muhammad Saleh SPd menjawab tidak usah dihapus biarkan saja. Biar masyarakat yang menilai apakah benar ada pengutipan atau tidak. Namun salah satu dari tiga oknum wartawan itu mengatakan agar Muhammad Saleh SPd tidak dikejar-kejar wartawan. Muhammad Saleh SPd menjawab kenapa takut dikejar-kejar wartawan karena ia tidak bersalah dan tidak ada melakukan pengutipan.
Mendengar jawaban Muhammad Saleh SPd, justru DM mengatakan agar nama Muhammad Saleh SPd bersih, dan Muhammad Saleh SPd menjawab kalau tidak berbuat ngapain diakui? DM kembali mengatakan kalau berita yang sudah terbit itu dihapus pakai dana Rp 1 juta dengan rincian Rp 500 ribu ke pimpinan dan Rp 500 ribu untuk ketiga oknum wartawan itu.
Muhammad Saleh SPd tetap menjawab tidak usah dihapus berita yang sudah terbit dan ia pun tidak memiliki uang seperti yang diminta ketiga oknum wartawan itu. “Saat itu saya sudah ngomong hanya ada yang Rp 150 ribu dan itupun untuk bayari minum. Lalu DM mengatakan marilah Ro 100 ribu, sedangkan Rp 50 ribu lagi untuk bayar minum,” ujar Muhammad Saleh SPd menceritakan komunikasi mereka di warung.
Selanjutnya Muhammad Saleh SPd mengatakan jika dia tidak ada yang 900 ribu lagi. Namun oknum wartawan berinsiak A malah mengatakan agar Muhammad Saleh SPd mengusahakan.
Pada Kamis (29/5/2025), DM menelefon Muhammad Saleh SPD apakah sudah ada uangnya. Karena pada Rabu (28/5/2025) sudah bertemu namun DM terus menelefon maka Muhammad Saleh SPd penasaran dan menjumpai ketiga oknum wartawan itu. Dengan terpaksa, Muhammad Saleh SPd memberikan yang itu kepada DM. Namun saat hitungan sembilan ratus ribu, mereka dikagetkan dengan kehadiran dua petugas kepolisian dan mengamankan ketiga oknum wartawan itu ke komando.
“18 lembar pecahan Rp 50 ribu. Saat hitungan Rp 900 ribu, dua petugas langsung mengatakan jangan bergerak dan agar meletakkan yang yang sudah dipegang,” sebut Muhammad Saleh
Terpisah Kapolsek Beringin Polresta Deli Serdang Iptu M Hafiz Ansari saat dikonfirmasi melalui Kanit Reskrim Ipda M Manurung SH mengatakan jika pihaknya masih melakukan pemeriksaan. “Ada laporan pengaduan dari korban,” jawabnya. (man)





