Syah Afandin Gerak Cepat Dukung Ketahanan Pangan Presiden Lewat Panen Padi Organik

oleh

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Langkat, Hendrik Tarigan, S.Pt, M.M.A, menjelaskan bahwa pupuk organik telah terbukti meningkatkan produktivitas padi secara signifikan. Perhitungan melalui metode ubinan menunjukkan hasil yang meningkat drastis.

“Penggunaan pupuk organik ini memberikan dampak nyata. Petani juga tidak lagi khawatir soal harga jual, karena gabah dihargai Rp6.600 per kilogram. Ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus meningkatkan ketahanan pangan melalui pertanian padi,” jelas Hendrik.

Ia juga menegaskan bahwa peningkatan sektor pertanian merupakan bagian dari visi dan misi Bupati Langkat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor unggulan yang berdampak langsung pada penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan asli daerah.

Salah seorang petani, Efendi, juga merasakan dampak positif dari penggunaan pupuk organik. Ia mengatakan, bukan hanya padi, tetapi tanaman lain seperti jagung dan cabai juga menunjukkan kualitas yang lebih baik.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh penting, antara lain Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Wahyudiharto, S.STP, M.Si, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Ikhsan Aprija, S.STP, M.Si, Camat Sei Bingai Thomas Sitepu, SE, Kapolsek Sei Bingai, General Manager Produsen Raja Pupuk Organik Dyna Grow Henry Bintang, perwakilan DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Sumut Ainal Mardiah, Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Riskon Purba, serta tokoh agama dan masyarakat setempat.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Langkat menegaskan komitmennya dalam mendukung petani lokal dan menjadikan sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi daerah. (rel)